Doohan Ungkap Rahasia Rossi Tetap Kompetitif jelang 40 Tahun

Diposting pada 80 views
valentino rossi yamaha

MOTOMAZINE.COM – Legenda MotoGP era 2-tak penunggang NSR500 Mick Doohan kembali komentari performa Valentino Rossi. Bahkan secara blak-blakan Doohan mengungkap rahasia kenapa Rossi masih tetap kompetitif di usianya yang tahun depan sudah masuk kepala 4. Yaps, pembalap kelahiran Urbino Italia tersebut seperti tak pernah kehilangan booster saat menggeber YZR-M1 tunggangannya. Padahal tahun 2018 ini Valentino dan tim termasuk terpuruk akibat piranti elektronik yang tak kunjung klop.

Namun terlepas dari itu semua Rossi tetap menjadi ancaman di hari Minggu. Meski mengalami kesulitan di sesi kualifikasi Rossi selalu berhasil memperbaiki posisi. Bahkan tak jarang merengkuh podium. Di musim 2018 sendiri Rossi berhasil mengantongi 5 podium dengan capaian terbaik podium 2 di Sachsenring. Melas sih…wkwkwk…

Lantas apa yang membuat Rossi masih bersemangat dan menggebu-gebu itu? Apakah Francesca Sofia Novelo sang pujaan hati yang kini mendampinginya? Atau anak-anak didiknya? Atau faktor lain yang datang padanya?

“Saya tidak terkejut dengan performanya, tetapi daya tahan dan keinginannya untuk menang dan balapan selama mungkin… tidak ada terlalu banyak orang di dunia, tidak peduli apa pun disiplinnya, siapa yang mendorong diri mereka selama di puncak setiap olahraga,” tutur Doohan seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Dia luar biasa. Tanpa keraguan, dia hebat bagi olahraga ini dan dia menambahkan rasa ke balapan tidak peduli apa pun. Jika kualifikasinya buruk, dia masih di sana. Menurut saya, itu menunjukkan kualitas pembalap.”

Motornya mungkin tidak bagus, namun dia bisa memperbaiki posisi dari start ke-12 pada lap pertama…atau dia naik podium!”

Kali ini mmz setuju dengan Doohan. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, Rossi selalu membikin kejutan di hari Minggu. Tak jarang doi harus terseok-seok di kualifikasi 1 dan memulai balapan dari 10 besar. Tapi satu lap pasca bendera start dikibarkan Vale selalu berhasil memperbaiki posisi.

Kalau saja M1 gak memble seperti musim ini, bukan tak mungkin Rossi masih menjadi penantang di kejuaraan dunia loh. Sebab jika pemirsa amati, M1 selalu memble di paruh kedua balapan. Kasusnya selalu sama. Kehabisan grip ban belakang yang akhirnya membatasi kebrutalan pembalap membejek gas.

Bicara masalah elektronik saya jadi teringat obrolan malam bareng teman-teman Corolla Club di cafe Tawangmangu kemarin. Yaps, saya kaget masbro… Sebab dari temen-temen yang masih duduk di semester 3, masih berusia jauh lebih muda dari saya, ternyata mereka penyuka Rossi juga. Salut buat muda mudi yang suka Rossi.

Pembicaraan berkutat seputar masalah yang mendera M1. Ada salah satu dari mereka yang sempat melontarkan pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi di kubu Yamaha. Sampai menyinggung kenapa Stoner memilih pensiun sekaligus kiprah Marquez dan kebijakan Dorna di MotoGP. seru pokoknya.

Nah dari obrolan itu juga lah kita mendapati sebuah petunjuk apa yang membuat Rossi tetap kompetitif di usia 39 tahunnya. Dan rasanya cukup klop dengan pernyataan Doohan.

mick doohan
Mick Doohan

“Jadi, saya kira kekuatan Valentino, (Marc) Marquez dan satu atau dua pembalap lainnya adalah mental serta kemampuan mereka untuk terus menekan lap demi lap. Di situlah orang yang lain tidak begitu kuat. Mereka tidak konsisten dan mereka tidak sekuat setiap saat,” Mick Doohan.

Tepat. Kekuatan Valentino, rahasia Valentino tetap kuat adalah karena mental serta kemampuannnya untuk terus menekan lap demi lap. Ini jugalah yang sering menjadi boomerang bagi Rossi.

Di Sepang contohnya. Rossi yang sudah memimpin balapan selama 15 lap harus tersungkur karena ngotot ingin terus menekan. Terus menjauh dari kejaran-kejaran lawan. Karena faktor Marquez yang terus mendekat? Saya kira bukan itu masbro. Rossi itu tipe petarung, bukan petouring.

So, lagi-lagi, kekuatan mental dan kemauan lah yang menjadi rahasia Rossi tetap kompetitif di usianya yang sekarang. Ditambah lagi latihan fisik tanpa henti di ranch pribadinya, serta latihan motor superbike bareng anak-anak didiknya di VR46 Academy.

Tahun 2019 nanti, saat lakoni balap perdana di Qatar Valentino Rossi sudah akan genap berusia 40 tahun. Tepatnya setelah tanggal 16 Februari 2019. Akankah Rossi masih terus kompetitif? mampu menjaga mood dan mentalnnya di musim mendatang? dengan YZR-M1 yang entah sudah sembuh apa belum…. Semoga berguna… (mmz)

Silahkan Komentarnya Kangbro