[Mumet] Lin Jarvis: “Kami Butuh Ide Baru, Tak Bisa Seperti ini hingga Tahun depan!”

oleh

Motomazine.com -Masbro, miris sekaligus kasihan juga melihat sepak terjang pabrikan sebesar Yamaha dengan pembalap kelas top dunia Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus terseok-seok di balap MotoGP musim 2018 ini. Parahnya di Aragon, bahkan keduanya harus rela berjuang hanya untuk melawan pasukan pembalap tengah. Apesnya dengan pabrika konsesi Aprilia lewat pembalapnya Aleix Espargaro, baik Rossi dan Vinales sampai tak mampu berkutik.

Memang separah inikah kondisi Yamaha Movistar sekarang? Mau diakui atau tidak, memang iya masbro. Bahkan setelah Rossi jajal mesin M1 versi 2019. Bukannya sumringah dan optimis, Rossi justru sebut mesin YZR-M1 2019 hanya merupakan modifikasi kecil dari mesin M1 versi 2018.

Dan parahnya lagi nih Kang, Lin Jarvis selaku Official Director tim Yamaha MotoGP rupanya juga mengaminkan apa yang dikeluhkan Rossi. “Berpikir untuk 2019 kami pun melakukan tes di Aragon untuk  menguji mesin baru. Sangat sulit mengatakan mesin yang baru akan datang, tapi tes berikutnya akan datang, setelah race Valencia. Kami menghadapi krisis,” tutur Jarvis seperti dilansir Motorsport.

“Kami tak bisa membuat itu (mesin baru) musim depan karena kami hanya punya waktu empat atau lima bulan saja untuk membangun motor mulai sekarang. Saya tak bisa mengatakan jika kita akan membuat revolusi seperti tahun 2004, karena di kasus ini sangat berbeda. Kami harus membuat perubahan besar dan kami butuh ide baru. Kami tak bisa seperti ini hingga musim depan,” lanjut Jarvis.

Yap, banyak yang mengait-ngaitkan masalah Yamaha sekarang dengan keajaiban yang terjadi saat Rossi masuk ke Yamaha tahun 2004 silam. Seperti yang diungkap Jarvis, situasinya saat ini benar-benar berbeda. Saat itu Rossi-Burgess-Furusawa berhasil membuat gebrakan di kancah balap prototype MotoGP.

Yamaha berhasil merubah mesin kelas tengah Yamaha menjadi mesin juara dengan mengaplikasikan putaran camshaft yang melawan arah jarum jam dipadukan dengan mesin pneumatic bing-bang yang membuat Yamaha begitu lincah masuk dan keluar tikungan. Dan itu memang menjadi senjata ampuh M1 dan Rossi untuk berkuasa. Padahal topspeed M1 saat itu juga masih kalah dibanding Honda RC211V maupun Ducati GP4.

Rossi (M1+Michellin 2005) nyaris tanpa masalah

Nah, sekarang semuanya berbeda. Honda dan Ducati tak hanya tetap cepat di lurusan. Keduanya juga sangat ganas di late brake dan corner speed yang selama ini menjadi senjata pamungkas Yamaha. So, ,wajar jika akhirnya Jarvis menyebut Yamaha butuh ide baru, atau bahkan tersirat ‘mesin’ baru… Sabar yo Paklik… Semoga berguna… (mmz)

baca juga:


Lebih dekat dengan motomazine di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • FB fanspage: motomazine.com
  • IG: @motomazineblog
  • Twitter: motomazine
  • Youtube Channel: motomazine

Silahkan Berkomentar di bawah sini