MotoGP: Berbagai Spekulasi seputar Meledaknya Mesin Valentino Rossi di Mugello 2016

Diposting pada 166 views

mediagallery_06_2016_rossi.jpg

Motomazine.com – salam safety riding bro sis.. pasca kegagalan Valentino Rossi menapaki podium atau bahkan memenangi race seri Mugello, rupanya masih menyisaknan berbagi pendapat dan spekulasi di luaran sana, mengenai apa penyebab maupun faktor yang membuat mesin M1 akhirnya jebol dan mengeluarkan asap sehingga mengubur asa Valentino memberikan angin segar bagi fans fanatiknya yang sudah haus melihat Rossi kembali berjaya di kampung halamannya tersebut.

Berbagai penelusuran, analisa dan spekulasi berhasil MMz kumpulkan dari bermacam sumber. Selain untuk mengobati rasa penasaran MMz pribadi, tentu hal ini dapat MMz jadikan sebagai jawaban atas beberapa fans Rossi yang tentu saja membombardir MMz dengan begitu banyak pertanyaan seputar penyebab meledaknya motor Rossi tersebut.

Lantas hasilnya…? Yup, dari penelusuran yang MMz lakukan akhirnya saya menemukan dua pendapat logis dan masuk akal tentang penyebab mesin M1 Rossi yang mengalami blow engine.

Panas Berlebih/Overheat

Spekulasi pertama yang muncul adalah panas berlebih. Valentino Rossi yang terus meguntit dan menyerang Jorge Lorenzo di 7 lap pertama diduga sebagai biang keladi meledaknya mesin M1 Valentino Rossi. Hal ini diakibatkan karena slipstreaming yang terus dilakukan Rossi guna mencegah Lorenzo kabur dari kejarannya. Slipstreaming (mencuri angin) inilah, terutama di jalur lurus yang terus Rossi lakukan guna menyalip Lorenzo akhirnya membuat mesin M1 kekurangan pasokan angin segar yang membantu mendinginkan mesin. Akibatnya, salah satu klep dalam mesin pun jebol.

Penggunaan Alokasi Mesin

Pendapat kedua yakni alokasi mesin yang digunakan Rossi. Data ini MMz peroleh dari TMCBlog. Dari data berikut bisa kita lihat mesin M1 yang meledak adalah mesin nomor 3. Tak hanya milik Rossi, namun mesin nomor tiga yang dipakai Lorenzo pun juga meledak pada sesi warm up sehari sebelum raceday digelar.

Lorenzo-engine-mugello-1.jpg

Dari data mesin  yang digunakan Lorenzo di atas dapat kita ketahui bahwasannya dari seri Qatar Jorge telah menggunakan mesin pertama dan kedua secara bergantian semenjak sesi free practice. Mesin  nomor satu digunakan juga untuk race Qatar dan Argentina dikombinasi dengan mesin nomor dua. Ingat, balap di Argentina digelar dengan sistem flag to flag. Mesin nomor dua ini juga Lorenzo pakai di balap seri Austin. Sementara untuk balapan seri Jerez dan Le Mans Lorenzo sudah menggunakan mesin ke tiga. Mesin nomor tiga juga terus Lorenzo pakai di sesi FP3, FP4 dan Warmup seri Mugello. Hingga akhirnya mesin ketiga itu pun meledak pada sesi Warmup. Disinyalir untuk melakoni balap di Mugello Lorenzo telah memakai mesin ke empat. So, tidak heran jika performa M1 Lorenzo saat itu memang sedang prima-primanya.

Rossi-engine-mugello.jpg

Sementara Valentino Rossi juga hampir mirip dengan Lorenzo. Menggunakan mesin nomor satu untuk kombinasi di Qatar dan Argentina. Sama juga dengan Lorenzo, setelah mengganti motor di Argentina Rossi juga memakai mesin nomor dua dan justru mlempem. Mesin nomor dua pun juga Rossi pakai di Austin, sayangnya dia crash. Sementara mulai seri Jerez Rossi telah membuka mesin ketiga semenjak sesi FP3 dan terus berlanjut hingga race, pun begitu di seri Le Mans, Rossi juga memakai mesin nomor tiga untuk sesi warmupp dan race. Sementara di Mugello dengan harapan menghemat durabilitas mesin, Rossi hanya memakai mesin nomor tiga untuk sesi warmup dan race saja. Sayang, mesin ketiga tersebut justru meledak saat Rossi sedang on fire memburu gelar juara di kampung halamannya.

So, bisa disimpulkan bahwa yang mengalami engine failure adalah mesin nomor tiga. Dari data di atas kita juga bisa melihat perbandingan penggunaan mesin nomor tiga oleh Lorenzo dan Rossi.

Rossi: 9 kali kombinasi dengan total tiga kali race

Lorenzo: 14 kali kombinasi dengan 2 kali race.

Jadi dari kedua data di atas yang paling masuk di akal mengenai jebolnya mesin M1 Valentino Rossi adalah pure masalah engine failure pada mesin nomor tiga. Jelas, tak hanya Rossi, mesin nomor tiga Lorenzo pun juga meledak. Jika saja Rossi terus menggunakan mesin ketiga sebanyak Lorenzo semenjak seri Jerez dengan 14 kali kombinasi, mungkin mesin tersebut juga bakal meledak di sesi warmup Mugello.

Kabar terbaru juga menyebutkan bahwasannya mesin nomor tiga Lorenzo dan Rossi langsung diangkut ke Iwata Jepang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mengenai slip streaming yang terus-terusan dilakukan Rossi sedikit banyak mungkin juga berpengaruh. Namun jika anda sudi flash back ke seri Catalunya 2009, sepertinya pendapat ini sedikit termentahkan.

2016-mugello-motogp-results-and-recap-4.jpg

Last apapun itu, akibat DNF di Mugello, peluang Rossi untuk menjadi juara dunia musim ini sepertinya bakal jauh lebih berat. Poin klasemen sementara pebalap kali ini dipimpin oleh Lorenzo dengan 115 poin diikuti Marquez dengan 105 poin, sementara Rossi masih berkutat di 78 poin.

Itulah dua spekulasi yang muncul seputar meledaknya motor M1 Valentino Rossi di Mugello masbro.. di luar itu, mungkin jatah penggunaan mesin bagi tim pabrikan yang hanya 7 mesin dalam satu tahun juga berpengaruh terhadap durabilitas mesin itu sendiri.. Sedih sih.. gagal finish di kampung halaman sendiri hanya gegara engine failure… (MMz)

=======================
Bro dan sis punya informasi seputar otomotif dan kehidupan? Share saja bareng motomazine di:
• email: motomazineblog@gmail.com
• facebook: motomazine.com
• twitter: @aguztino86
• BB: 524dbd4e
• IG: motomazineblog
• WA: 085233819298

 

20 thoughts on “MotoGP: Berbagai Spekulasi seputar Meledaknya Mesin Valentino Rossi di Mugello 2016

  1. spekulasi yg tidak hot kui…. aseline lho bengi2 mesine hohe sing jebol dilebokne bengkil trs di pasang nang motore rosi…. suerrr

Silahkan Komentarnya Kangbro