Bro dan sis sekalian…sepi rasanya 2 hari tanpa nulis.. maklum karena kesibukan dunia nyata yang tak dapat ditinggalkan.. Namun jangan khawatir bro dan sis.. kali ini MMz akan mengangkat berita tentang kritikan pedas Valentino Rossi pasca race Qatar kemarin..
Bro dan sis.. setelah balapan Qatar selesai dihelat, yang sejatinya pemenangnya adalah Vale sendiri, kembali dia mengkritisi salah satu pabrikan yang juga berlaga di MotoGP. Apalagi kalau bukan Ducati. Duel panasnya versus Dovisiozo sampai last lap tersebut (yang hanya terpaut gap 0.174s) rupanya membuat The Doctor gerah akan aturan yang diberlakukan Dorna.
“Peraturan ini hanya ada di MotoGP dan sangat aneh”, ucap Rossi… “Peraturan ini sesungguhnya sangat tidak adil.Karena Ducati sekarang sudah sangat cepat. Saya tidak tahu mengapa mereka hanya dikurangi 2 liter saja dan ini tidak berpengaruh apa-apa.”, lanjutnya.
Pabrikan yang bermaskas di Bologna tersebut selama 2 tahun terakhir memang mendapatkan keistimewaan dengan menggunakan bahan bakar secara penuh. Menyusul terpuruknya Ducati sepeninggal Stoner. Namun peraturan ini berubah saat Dovisiozo dan Iannone menapaki podium 2 dan 3 di race Qatar kemarin, yakni dengan pengurangan BBM dari 24 liter menjadi 22 liter.
Tentu saja Vale koar-koar soal ini, karena buktinya selama musim 2014 kemarin Ducati mampu menyelesaikan seluruh balapan hanya dengan 22 liter BBM saja. Hal ini tentunya sangat berat sebelah mengingat tim pabrikan semacam Movistar Yamaha dan Repsol Honda harus menggunakan 20 liter BBM saja..
Nah, piye masbro nek wes ngene iki??? Haruskah Ducati sekarang dikenai aturan “pure” Factory bike??? Lha wes buanter tenan je….

Kali ini Ane g setuju ame mbah Rossi..Lha aturan wes jls & sudah disepakati bersama napa kok msh protes ??
Namanya lomba y hrs pinter2 mengekplorasi regulasi laah…yg penting g melanggar.
Lah klo memang merasa g adil npa g skalian ja tuh nerima usulan dari Dorna…klo smua tim wajib make ECU yg sama ??mnrt Ane ini yg paling Fair.
SukaSuka
tahun depan masbro.. penyeragaman ECU
SukaSuka