Begini Rasanya Ketemu Mantan. My Sinchan yang Penuh Kenangan

Sinchan yang dulu bukanlah yang sekarang

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis.. Tak ada angin tak ada pertanda, tetiba pintu rumah diketuk, terdengar sayup seseorang melantunkan salam, “assalamualaikum…”. Saya yang baru saja selesai membersihkan pekarangan belakang rumah pun sontak menjawab, “waalaikumussalam…”. Selang beberapa saat kemudian masuklah seorang pemuda dengan santunnya bertanya, “ini rumahnya mas Agus ya?”. Dengan setengah mengingat dan kecamuk tanya di otak pun saya menjawab, “iya..benar. Ada keperluan apa mas…?” Doi pun sontak menimpali, “mau pinjam KTP..” Deg… Dari sanalah semua mulai terkuak, menyeruak di otak, menampakkan beberapa gambar lalu yang sedikit banyak mulai bisa otak saya cerna.

Yup, dia lah bro Rahman, pemuda yang dahulu menerima janda sinchan dari MMz. Bagi sampean yang kebetulan baru menyimak warung sederhana ini, dahulu sebelum pada akhirnya memutuskan untuk berganti motor sejatinya MMz sudah cukup lama melanglang buana, bercengkerama dengan si “gagah” di masanya kala itu…

Oke, monggo disimak.. Siapkan kopi, kalau perlu tissue sekalian.. Jadi begini ceritanya masgan.. Awal tahun 2013 lalu, Yamaha dengan berani merilis sebuah naked sport yang merupakan facelift dari old Vixion gen 2 (lampu lancip). Diberi nama New Vixion Lightning, motor ini tampil bak moge di masanya. Dibekali bodi cukup gambot dengan mengusung ban 90/80-17 depan dan 120/70-17 belakang dengan velg lebarnya sontak membuat MMz langsung jatuh hati pada jagoan terbaru Yamaha ini.

Hari berjalan, minggu berlalu, bulan berlari, akhirnya hasrat untuk memiliki si muka sinchan inipun tak mampu dibendung lagi. Alhasil, si Jupi burhan jadi sasaran. Berbekal uang tabungan ditambah hasil penjualan Jupi burhan (jupiter Z 2007) hati pun mantab memutuskan untuk memboyong si NVL ini ke rumah. Sebuah persimpangan hati sebenarnya kala itu, pasalnya jupi burhan yang harus MMz relakan untuk dijual adalah motor yang sarat dengan kenangan, baik suka maupun duka, baik manis maupun perih, dari aktivitas menjemput pacar dan kuliah, hingga luka di perut yang hingga kini belum hilang bekasnya. Ya, intinya sebuah perpisahan besar demi keinginan yang lebih tinggi.  

Si jupi burhan kala itu

Ditambah lagi keinginan istri saat itu (yang sedang hamil) untuk memiliki motor sport dan pengen banget dibonceng motor sport dengan bodi bongsor. Alhasil, yawes.. Manteb, meluncur ke dealer untuk memboyong si NVL Sinchan itu… Tepatnya tanggal 11 Juli 2013 silam, ketika masih menginjak pertengahan bulan puasa.

Pasca mendarat, beberapa kilometer inreyen, akhirnya istri pun minta dibonceng, sekalian nurutin ngidamnya bertandang ke dokter kandungan guna memeriksakan kehamilan yang sudah masuk usia 7 bulan. Bukan main masgan… Kala itu di parkiran si sinchan jadi pusat perhatian, dari tiap pasien yang datang hingga bapak jukir yang gak berani nata itu motor gegara takut berat atau tergores..  Beughhh… Wajar sih untuk saat itu, di kota tempat MMz tinggal, spesies New Vixion Lightning masih sangat bisa dihitung dengan jari. Ya walaupun bukan first owner juga.

Singkat cerita, hari-hari si sinchan menemani, membawa istri ke sana kemari, hingga akhirnya menjadi saksi lahirnya si jabang bayi, my beloved angel yang kini lincahnya sudah ngalahin bapaknya. Dari waktu ke waktu, si NVL putih ini menemani, termasuk mengajak Kalila kemanapun ia mau, bahkan ketika mengantarkannya ke dokter saat demam atau flu menyerangnya. Intinya, jika sampean lihat TVC New Vixion yang sekarang, ikatan itulah yang sempat tercipta. Antara saya, keluarga dan NVL ini.

Bulan beranjak tahun, anak pun sudah mulai beranjak besar. Alhasil, di situlah repotnya mengendarai motor sport mulai terasa. Tinggal di 2 rumah (rumah sendiri dan mertua), mengharuskan saya dan keluarga kecil wara-wiri ke sana kemari tiap akhir pekan untuk menyambangi bapak ibu tercinta. Bawaan yang semakin banyak, lama-lama mulai berpengaruh pada keefisienan perjalanan. Ya, saat itu kami hanya punya satu NVL dan satu Honda New Blade 110 milik bapak mertua. Jadi praktis, mau tidak mau, apapun kondisinya ya NVL itulah yang harus saya bawa..

Singkat cerita, apa yang dibilang Raditya Dika di film “Cinta Brontosaurus” nya pun mulai berbicara. Cinta itu bakal kadaluwarsa, seiring bertambahnya usia, pola pikir, pandangan, kedewasaan, dan satu lagi kunci pendobrak utama adalah “kemepetan”. Ya, saat sudah kepepet, semua bisa dilakukan, asal keluarga senang, asal keluarga tak terbebani, apapun temasuk mengorbankan cinta (pada tunggangan).

Dan akhirnya, tepat satu setengah tahun berpetualang bersama NVL putih merah ini, saya pun harus merelakannya berpindah tangan ke pemilik lain. Rela??? Sama sekali tidak…!!! Berat..??? Jelas iya..!!! Percaya monggo tidak juga tidak apa-apa, saat mengantarkan motor ini ke pemilik barunya, tangki putih dipadu plastik merah yang senantiasa mengkilap itu mulai ternoda dengan titik-titik air mata. Ya masgan… Cerita yang bahkan hingga saat ini masih saya rahasiakan dari istri saya.. 

Namun kembali lagi, apa boleh dikata.. Faktor sikon mengalahkan segalanya.. Pasca lepas dari tangan, saya pun langsung melipir ke dealer untuk menebus Vario 125 untuk istri dan sebuah motor Supra 100 second hand. Tak peduli, yang penting kami bisa sama-sama menggunakan motor sebagai sarana transportasi ke tempat kerja kala itu. In that moment, we were really struggling for live. Jangankan motor baru, untuk kebutuhan sehari-hari pun kami harus sering berhemat.

Foto yang sempat terekam memori

Dua tahun berselang, tak sekalipun MMz temui motor itu lagi. Si NVL putih sinchan yang sudah berpindah tangan. Sesekali rasa rindu terobati ketika tanpa sengaja kami berpapasan di jalan. Itupun sekali dua kali, belum tentu setahun dua kali kami bisa bersua.. Sekalinya bertemu… Ya, bahagia bercampur haru berkecamuk jadi satu.. Nopol itu, AE 4*88 VL begitu menancap di otak, terbenam di sanubari.

Dan hari ini… 11 Juli 2017 si sinchan itu kembali bertandang ke rumah. Masih dengan tuannya yang sama.. Membawa berbagai kenangan itu kembali menyeruak… Bahagia, bercampur.. Ah sudahlah..apa mau dikata.. Si sinchan itu kini sudah berpurwarupa, menjadi sosok baru yang gagah dengan tuan barunya… (bersambung)… (MMz)

===============

Lebih dekat dengan Motomazine di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • facebook: motomazine.com
  • twitter: motomazine
  • IG: @motomazineblog
  • Youtube channel: Motomazine
  • WA: 085233819298
  • BB: 524dbd4e
Iklan

Tentang motomazine

Pecinta Dunia Otomotif yang sedang belajar sharing di dunia maya.Apapun asalkan berhubungan dengan mesin, roda dua, roda empat pebalap, dan kehidupan manusia akan selalu senang untuk saya perbincangkan
Pos ini dipublikasikan di balap, modifikasi, New Bike, serba-serbi, umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Begini Rasanya Ketemu Mantan. My Sinchan yang Penuh Kenangan

  1. mas nunu berkata:

    hiks hiks hiks,. aku terharu,.

    Suka

  2. andhi_125 berkata:

    Tumben, postingan bapak ini sentimentil bgt..
    Ngakak saia :mrgreen:

    Disukai oleh 1 orang

  3. Budi Santoso berkata:

    cintamu semu, ada yang lebih baik trus yang lama ditinggalkan šŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  4. Mase berkata:

    Di dol mergo ngebul

    Disukai oleh 1 orang

  5. sebarkan.org berkata:

    So sweet..šŸ˜­

    Suka

  6. sebarkan.org berkata:

    Nangis d tangki bensin kudu ngakak, i2 nangis t pipis šŸ˜‚šŸ˜‚

    Suka

Silahkan berkomentar.. Monggo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s