Michelin ungkap Rahasia Quartararo Tak Tersentuh dengan Ban Soft

Diposting pada

MOTOMAZINE.COM – Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo tengah menjadi perbincangan hangat di kancah balap MotoGP. Bagaimana tidak, pembalap yang sipa gantikan kursi Valentino Rossi di tim pabrikan ini berhasil membabat habis dua kemenangan seri perdana dan kedua balap MotoGP yang dihelat di sirkuit Jerez, Andalucia, Spanyol. Tak tersentuh dalam 2 balapan tersebut apa sih rahasia yang dipendam Quartararo dengan  ban belakang soft-nya?

Seperti kita tahu, hampir semua pembalap memakai ban belakang soft saat lakoni balap super panas Jerez kemarin. Kalau dipikir secara logika sih kayaknya gak masuk akal ya. Secara beberapa area trek yang suhunya mencapai 60 derajat harsu dilibas berkali-kali dengan ban soft. Harusnya kan ban ini hancur terlebih dahulu sebelum mampu menjejaki garis finish.

Atau gampangnya laptime yang dibuat pasti makin mengendur seiring makin berkurangnya grip ban (soft).

Baca juga : SABRI Ganti Sepatu, Ban ini jadi Pilihannya

Namun hal ini sepertinya tak berlaku untuk ban Michelin. Sedikit membingunkan juga karena performa Quartararo di Jerez seri 2 kemarin sangatlah stabil. Waktu putaran doi konstan di 1 menit 38 detikan dan hanya beberapa kali saja menyentuh 1 menit 39 detikan.

Artinya ban belakang soft yang dipilihnya tak berpengaruh terhadap performa Fabio. Berkebalikan dengan performa Rossi dan Vinales di tim pabrikan Yamaha. Yaps, keduanya merasakan degradasi ban belakang yang cukup signifikan. Aapalagi si jangkung Valentino Rossi.

Quartararo dengarkan Teknisi Michelin

Usut punya usut, kunci kesuksesan Fabio di Jerez kemarin adalah karena pembalap bernomor 20 ini patuh dan tidak membandel. Doi mengikuti saran yang diberikan tekinisi Michelin.

Sarannya adalah dengan ‘mengamplas’ ban belakang soft tersebut sebelum digunakan. Apakah boleh? Nyatanya boleh. Teknisi Michelin sendiri kok yang ngomong.

“Dari waktu ke waktu kami membuat rekomendasi kepada tim yang kami yakini dapat membantu mereka, tetapi pilihan untuk mengikuti tetap berada pada pilihan mereka. Lakukan tiga putaran. Lalu dinginkan dengan cara tinggalkan ban dalam keadaan terbuka tanpa Selimut pemanas. Begitu dingin, tutupinya lagi ( dengan heater) sampai saat balapan. Prosedur ini membuat senyawa (karet) lebih tahan panas dan dapat mengurangi suhu kerja hingga 10 derajat.” Terang salah satu jubir dari karet ban asal Perancis tersebut. 

Yaps, jelas sudah ternyata triknya. Jadi pembalap disarankan untuk menggunakan ban race tipe soft saat sesi warm up di pagi hari sebanyak 3 putaran.

Mekanismenya satu putaran saat keluar dari box, satu putaran lagi cepat, dan ditambah satu putaran masuk ke box kembali.

Setelah pembalap selesai melakukan 3 putaran maka biarkan ban dalam kondisi terbuka hingga dingin. Setelah dingin bungkus kembali ban dengan penghangat hingga ban siap dipakai untuk race siang harinya.

 

Hmmm… Menarik juga sih saran dari Michelin ini. Meski beda secara bahan, bentuk dan sifatnya, namun perlakuan terhadap ban Michelin ini seakan mengingatkan kita pada perlakuan terhadap logam. 

‘Penyepuhan’ pada logam umumnya juga menggunakan teknik yang sama. Yakni dengan membakar logam tersebut hingga panas untuk kemudian didinginkan atau bahkan yang ekstrim langsung dicelup dalam air dingin. Dan terbukti kan? Si logam bakal jauh lebih kuat. Buat yang suka nyepuh gir ala-ala, pasti hapal lah dengan teknik ini.

Dan syaiknya nih, entah kenapa teknik ini rupanya moncer di ban belakang soft  dari Michelin. Dengan perlakuan seperti itu diklaim ban akan bekerja lebih stabil dengan penurunan derajat panas hingga 10 derajat.

Baca juga : MotoGP : 3 Yamaha Podium Andalucia. Banyak Drama lagi

Dan syaiknya lagi, hanya Quartararo dan Rins yang mau membuka telinga dan mengikuti saran dari Michelin ini. Hasilnya? Terbukti kan?

Quartararo melejit sendirian di depan tanpa tersentuh Vinales dan Rossi. Alex Rins yang bahkan membalap dalam kondisi cidera pun bisa finish dengan selamat.

So, kalau sudah begini seharusnya semua pembalap MotoGP mau mulai membuka telinga dan menerapkan ilmu dari Michelin ini. Supaya tak ada alasan degradasi berlebih pada ban belakang. Atau, hanya Rossi sendirilah yang menderita hal tersebut? Duet pembalap Perancis dengan ban  asal Perancis. Hmmmm… Semoga berguna (mmz)  

Tinggalkan Komentar di sini