Pro Kontra Radio di MotoGP

Diposting pada

MOTOMAZINE.COM – Dorna selaku promotor MotoGP pernah menyinggung akan memberikan fasilitas dua arah yakni radio di balap roda terakbar ini. Nantinya tim akan bisa memberikan informasi-informasi penting kepada rider mengenai situasi dan kondisi lintasan. Terutama apabila terjadi hal yang membahayakan saat balapn berlangsung. Namun sepertinya radio di MotoGP ini masih sisakan pro kontra. Setidakya dari opini Stefan Bradl yang sudah mencoba alat ini saat lakoni free practice Misano Jumat kemarin. 

Stefan Bradl merupakan pembalap tester Honda yang mengambil peran Marc Marquez mengendarai Honda RC213V selama pembalap bernomor 93 tersebut cidera. Tak hanya berkendara, Bradl rupanya juga didaulat menjadi tester alat komunikasi berupa radio sebagai inovasi dashboard message yang selama ini sudah ada.

Baca juga : Haruskah Rider MotoGP Memakai Radio? Berikut Opini Mereka

Yaps, pesan yang tampil pada speedometer pembalap sepertinya masih belum mampu wakilkan pesan sepenuhnya dari paddock untuk pembalap. Jika sampean perhatikan, paling pesan yang muncu hanya kata-kata singkat. ‘Mapping 3’, dan semacamnya.

Kesimpulan Tes Radio Bradl

Bradl bukanlah orang pertama yang mencoba radio komunikasi di MotoGP. Namun begitu bagi Bradl ini adalah hal baru baginya. Pembalap asal Jerman tersebut tak menampik manfaat dari radio tersebut. Namun tetap saja harus banyak penyempurnaan untuk membuat sistem ini lebih optimal.

“Saya bisa mendengar dua pesan yang mereka (tim) kirim. Seperti bendera kuning dan peringatan. Tapi saya tak bisa mendengar jelas pesan ketiga karena angin. Intinya saya bisa mendengar pesan di telinga saya, dan itu tidak menggangguku. Tapi kami harus mencari solusi terbaik karena kami bukan pembalap F1. Kepala kami bergerak terlalu banyak dan suara jadi tidak jelas karena terpaan angin. Untuk itu harus ada earphone yang lebih baik,” tutur Bradl.

“Jika kami dapat menerima pesan itu dengan sangat baik sekalipun kami hanya akan menjawab ya atau tidak. Sangat tidak bijak berdebat di tengah lintasan dengan menunggang motor, atau bernyanyi seperti Lando Noris.” lanjut pembalap bernomor 6 tersebut.

Rossi Setuju

Nada positif  dari Stefan Bradl mengenai radio komunikasi di MotoGP ini ternyata juga mendapat respon bagus dari Valentino Rossi. Vale sudah beberapa kali mengendarai F1, dan tentu The Doctor sudah hafal benar dengan teknologi yang satu ini.

Rossi Monza Rally

“Benar saya memang pembalap dari old school. Namun beberapa kali saya juga menjadi pengemudi (Monza Rally dan balap Dubai) dan semua orang memakai radio. Ini sangat bagus dan akan menjadi langkah maju bagi olahraga MotoGP. Hal ini akan menjadi hal yang menyenangkan karena balapan sekarang jadi lebih ketat,” tutur Vale.

Baca juga : Pernat bela Rossi. Yang bermasalah adalah M1

“F1 adalah balapan paling canggih di dunia. Performa mobilnya luar biasa, dan tantangan untuk membangun mobil yang lebih cepat juga luar biasa. Terkadang balapannya terasa membosankan, tetapi tidak dengan adanya radio. Kami bisa menyimak obrolan yang pembalap dan tim lakukan. Dan positifnya berkat radio ini balapan yang berlangsung selama berpuluh-puluh lap jarang sekali ada kecelakaan fatalnya,” imbuh The Doctor.

Pol Espargaro dan Quartararo tidak setuju

Berbeda dengan Stefan Bradl dan Valentino Rossi, salah satu pembalap KTM Pol Espargaro justru kurang suka dengan hadirnya radio di tengah balapan. Menurutnya itu akan menghilangkan sisi manusia si pembalap. Karena tim dan mekanik akan bisa memantau semua data motor dan mengatur apa yang harus dilakukan.

“Masalahnya bagiku adalah bising. Jika itu dipakai untuk meningkatkan keamanan, saya oK. Tapi saya lebih suka jika manusia (pembalap) yang mengatur semuanya. Suatu saat dengan alat ini mekanik bisa memonitor semua data dan telemetri motor dan mengatur pembalap untuk melakukan apa yang mereka pandang tepat. Ini akan lebih cenderung ke F1, dan saya tidak suka. Saya ingin balapan ini adalah balapan manusia,” tutur Pol.

Setali  tiga uang dengan Pol, pembalap Petronas Yamaha Fabo Quartararo juga tak yakin dengan alat komunikasi hasil adaptasi F1 ini. 

“Sangat sulit rasanya membalap dengan seseorang berbicara di telinga anda. Saya tak bisa membayangkan betapa sulitnya hal itu. Saya belum tahu hingga bisa mencobanya sendiri. Tapi jika itu diberlakukan maka Dorna harus menyediakan alat dengar yang sangat jelas,” ungkap pembalap Perancis itu.

Baca juga : Klasemen Pembalap MotoGP Pasca Misano. 7 Pembalap Bersaing Ketat

Hmmm… Menarik juga nih. Memang semua pembalap punya pandangan masing-masing terhadap komunikasi dua arah antara pembalap dengan tim dan mekanik ini. Bagi yang sudah terbiasa dengan balapan mobil mungkin suara-suara dari paddcock sudah terasa familiar di telinga. Namun bagi yang belum mencobanya sama sekali, mungkin saja radio di MotoGP bisa membuat konsentrasi buyar. Hmmmm… Kayak gak pernah ghibah sama rekan touring saja. Sambil jalan lagi. Hahaha… Semoga berguna (mmz).

Tinggalkan Komentar di sini