Begini Tips Cara Ngerem Mendadak Tapi Gak Bikin Ngesot

Diposting pada

wp-1495267851816.jpg

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis… Mengendarai kendaraan bermotor khususnya sepeda motor selain harus memperhatikan kelaikan kendaraan yang dikemudikan, sang rider juga harus memiliki skill mumpuni untuk mampu mengantisipasi berbagai kondisi bahkan rintangan yang bisa saja tetiba muncul menghalangi perjalanan anda. Sebab apa dan bagaimanapun, kondisi lalu lintas acapkali di luar perkiraan kita.

Nah, dihadapkan pada berbagai situasi inilah yang terkadang membuat kita harus melakukan pengereman “sejadinya” untuk mampu menghentikan laju sepeda motor yang kita kendarai agar tak terjadi “hit” apabila sewaktu-waktu ada kendaraan di depan kita yang berhenti mendadak. Jika kendaraan di depan kita adalah sepeda motor, it’s OK… mungkin effort yang kita lakukan tak seberapa “ngoyo”. Namun ketika kendaraan yang berada di depan kita adalah mobil, maka akan sangat lain ceritanya… Sebab nyali saja tak cukup…!!! Skill menarik tuas/handle rem sangat dipertaruhkan di sini…

Lantas… bagaimana sih teknik panic braking yang benar dan aman…??? Johanes Lucky, chief instructor safety riding PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan “Cara melakukan pengereman mendadak yang tepat itu, tutup gas dengan cepat, kemudian tarik rem depan, kemudian injak rem belakang. Makanya jangan biasakan kedua jari nempel di tuas rem depan saat sedang berkendara. Karena ketika melakukan pengereman maka secara spontanitas akan cepat memencet rem depan, sedangkan tuas gas belum diturunkan atau ditutup. Sehingga rem dilakukan untuk melawan putaran mesin, tidak untuk mengurangi kecepatan, yang akhirnya tidak efektif,” ungkap Johanes seperti dilansir Dapurpacu.

Lebih jauh Johanes juga menambahkan, biasanya karena panik pengendara suka lupa mengontrol ketika sedang menginjak atau menekan tuas rem. Akibatnya, ban terkunci yang menyebabkan ngesot. Kalau dipelajari, orang panik selalu melakukan kebiasaanya. Jadi bagaimana langkah untuk mengatasi agar kita tak terbawa kebiasaan yang kurang benar?

“Jadi kalau panik, pengendara tersebut biasa melakukan rem sekuatnya. Maka kebiasaan ini akan berulang terus. Oleh karenanya harus dilatih untuk melakukan proses pengereman tidak sekaligus ditekan atau diinjak sekuatnya, tapi ditekan semakin keras dengan cara bertahap, dengan begitu maka ban tidak akan terkunci namun kecepatan motor bisa berkurang dengan baik,” tambahnya.

Untuk penjabaran dari opini di atas, secara gampangnya kita dapat membayangkan bagaimana cara rem ABS bekerja. Logikanya, kinerja kampas rem ABS dalam menggigit piringan cakram adalah “gigit-lepas-gigit-lepas” dan begitu seterusnya. Nah, untuk motor yang tak dibekali rem berteknologi ABS, kita bisa mengakalinya dengan menjadikan jari kita sebagai piranti ABS. Yakni dengan tarik rem semakin keras dengan cara bertahap. Tujuan pertamanya adalah mengurangi laju kecepatan sepeda motor. Baru setelah kecepatan motor dirasa sudah dalam batas aman, barulah kita tarik tuas rem depan sekaligus injak rem belakang secara kuat. Namun juga perlu diingat, lakukan sepatutnya, jangan over…

Selain itu, ketika berhenti setelah melakukan pengeraman mendadak, usahakan mesin tidak sampai mati dan kaki yang turun pertama sebagai tumpuan adalah kaki kiri. “Karena di Indonesia, lalu lintas di sebelah kiri biasanya lebih lambat, sehingga area yang aman adalah di sebelah kiri. Lalu ketika akan melanjutkan perjalanan kembali, biasakan untuk menoleh ke belakang bagian kanan, untuk memastikan kondisi di belakang aman, saat akan melanjutkan perjalanan,” terang Johanes.

Last… kembali kepada diri kita… Jika skill dalam melakukan pengereman dirasa belum mumpuni, maka hendaklah jangan memacu motor dengan kecepatan tinggi maupun menguntit mobil dalam jarak yang terlalu dekat. Ingat, sticker yang kerap kita temukan menempeldi bokong mobil itu tak sekedar hiasan atau slogan. Namun lebih pada peringatan  yang memang  benar adanya.

 So… Jika dihadapkan pada situasi dimana kita harus melakukan pengereman keras dan mendadak, kuncinya adalah:

  1. Jangan panik
  2. Tutup gas secepat mungkin
  3. Tarik rem depan terlebih dahulu kemudian injak rem belakang
  4. Lakukan pengereman secara bertahap, keras dan semakin keras
  5. Setelah motor berhenti usahakan mesin  jangan sampai mati
  6. Turunkan kaki sebelah kiri (Indonesia)
  7. Tengoklah belakang kanan sebelum melanjutkan perjalanan
  8. Dan yang terpenting, selalu berdoa sebelum memulai perjalanan

Oke, semoga berguna… Oh ya, artikel ini bukan asumsi, tapi fakta yang Motomazine alami sendiri… :mrgreen: Namun perlu dicatat, artikel ini bertujuan berbagi, tak ada niatan menggurui… Salam safety riding bro sis…. (MMz)

===============
Punya pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman? Tulis saja di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • facebook: motomazine.com
  • twitter: motomazine
  • IG: @motomazineblog
  • WA: 085233819298
  • BB: 524dbd4e
Gambar Gravatar
Penulis adalah penghobi dunia otomotif yang mencoba berbagi info kepada pemirsa semua tentang berita terbaru seputar sepeda motor, mobil, balap dan MotoGP. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini dan semoga bermanfaat.