

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis… Duo rider Ducati Jorge Lorenzo dan Andrea Dovisiozo mengaku punya permasalahan yang sama saat membesut Desmosedici GP17 mereka. Meskipun terlihat kompetitif hingga mampu meraih posisi runner up di penghujung musim 2017 ini karena nasib apes yang dialami Dovi di Valencia.
Pun begitu dengan Lorenzo. Terhitung menjadi tahun pertamanya di Ducati, Lorenzo belum bisa berbicara banyak d hadapan fans Ducati. Prestasi terbaiknya adalah finish di posisi tujuh klasemen pembalap MotoGP. Cukup bagus juga sih untuk pembalap yang baru saja nyemplak Ducati.
Lantas, apa sih keluhan Lorenzo dan Dovisiozo? Setali tiga uang, mereka ternyata menyoroti kinerja motor Ducati terutama saat dipakai melibas tikungan, saat berada di mid-corner lebih tepatnya. Baik Dovi maupun Jorge mengeluhkan Ducati sedikit kurang gesit saat melahap tikungan. Dimana senjata andalan Lorenzo adalah di rolling corner speed nya.

Baca juga:
- Lorenzo Belum Nunggang Honda, tapi Yakin Mampu Berikan Tontonan Seru di 2019. Hmmmm…
- Lorenzo Menangi GP Austria, dibalik Mumetnya Ducati, Kalah Duelnya Marquez dan Heroiknya Rossi!
- M1 Kocar Kacir di FP1 Austria. Trio Ducati Justru Melejit!
- Ducati Akhirnya Ungkap Alasannya Lepas Lorenzo. Itulah Ducati!
- Stoner yang Bilang. Tanpa Elektronik Berlebih, Rossi masih Raja di MotoGP!
- Aturan Terbaru ‘Sayap’ MotoGP mulai 2019 Sudah ditetapkan. Ini Bedanya
- Fakta Mengejutkan GP Catalunya 2018: Lorenzo Seorang Robot!
- Hasil Race MotoGP Catalunya: Paduka Lorenzo Juara disusul Marquez dan Rossi. Dovi Gubrak
- Kualifikasi MotoGP Catalunya: Paduka Lorenzo Pole,Marquez 2, Rossi 7
- Breaking News: Petrucci ke Ducati Pabrikan bareng Dovisiozo, Syahrin ke KTM Tech 3 untuk 2019
Jika kita menarik ke belakang, Ducati Desmosedici GP17 terbilang sebagai motor Ducati yang paling lembut. Dibandingkan generasi Desmosedici yang disemplak Stoner(2008-2010) dan Rossi (2011) yang memakai sasis monocoque, Ducati Desmosedici GP17 yang mengalami perubahan total pada sasis semenjak 2012 terus berkembang dan makin “ramah” dikendarai. Tak ayal, Dovi pun mampu tampil kompetitif selama musim 2017 ini.
Dan benar saja, sasis lah yang rupanya menjadi kunci perhatian Luigi ‘Gigi’ Dall’igna sebagai kepala kru Ducati sekarang ini.
“Semua motor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan begitu juga dengan motor ini,” ungkap Gigi seperti dilansir dari Tuttomotoriweb.
Menelisik perkataan Luigi Dall’igna, sepertinya Ducati memang sudah punya formula baru agar Desmosedici mau belok lebih nurut lagi. Entahlah, yang pasti Ducati selalu mampu tampil all out dan pada akhirnya menjadi panutan bagi beberapa pabrikan lain.

Lihat saja dari masalah winglet, suspensi depan carbon, Seamless Shift Gearbox, hingga entah apalagi nanti yang akan dihadirkan Ducati saat debut tes perdana di sirkuit Sepang akhir Januari tahun 2018 mendatang.
Yang pasti, selama musim 2017 ini terbukti Gigi mampu menyulap Ducati menjadi sosok yang disegani, setidaknya di tangan Dovisiozo hampir saja gelar juara dunia Marc Marquez musim ini raib begitu saja.
Dan dari semua sirkuit yang telah dievaluasi, sepertinya Ducati memegang satu kunci penting dimana Desmosedici paling tidak kompetitif. Dimana lagi kalau bukan di sirkuit Phillip Island. Dimana Dovi hanya mampu finish di posisi 13, dengan tempat terbaik diisi Scott Redding di posisi 11. Sirkuit yang selalu menjadi jalur roller coaster bagi Stoner dan Desmosedici di kala jayanya… Semoga berguna… (mmz)
===============
Lebih dekat dengan Motomazine di:
- e-mail: motomazineblog@gmail.com
- facebook: motomazine.com
- twitter: motomazine
- IG: @motomazineblog
- Youtube channel: Motomazine
- WA: 085233819298
- BB: D8DCFC9A
Tahun depan lorenjo bakal ngacir lagi nih keknya
SukaDisukai oleh 1 orang
Bisa jadi om Amik… ducati udah semakin jepang je
SukaSuka
ga sabar menanti seri 2018
SukaSuka
Bener om.. kayaknya bakal lebih seru lagi nih
SukaSuka