

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis… Marc Marquez membeberkan rahasia kemenangannya hingga berhasil bangkit dan kini memimpin klasemen sementara pembalap MotoGP. Hingga seri Aragon, Marc telah berhasil mengantongi 224 poin.
Terlihat kesulitan di paruh musim pertama, saat lakoni balapan di Motorland Aragon Marquez terlihat seperti menemukan titik balik kebangkitannya. Memulai balap dari posisi empat, pembalap bernomor 93 tersebut terus merangsek ke depan hingga akhirnya menapaki podium tertinggi.
Baca juga:
- Berani! Honda dikabarkan reset dua Konfigurasi Mesin untuk MotoGP 2027
- Valentino Rossi Bingung Kenapa Vinales bisa Keluar dari Krisis. Di Sepang M1 Kembali diuji!
- Khawatir Pembalap Inggris di MotoGP Punah Pasca Dirinya Pensiun, Crutchlow Dukung Penuh British Talent Cup 2018
- Lorenzo Belum Nunggang Honda, tapi Yakin Mampu Berikan Tontonan Seru di 2019. Hmmmm…
- Komentar Rossi Pasca Tes Privat Aragon. Adakah Agenda Baru?
- Pembalap tak Mau Ambil Resiko, MotoGP Inggris dibatalkan!
- MotoGP Inggris dimajukan. Awas jangan Salah Jam Masbro!
- Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris: Lorenzo Pole disusul Dovi dan Zarco. Marquez 5 Rossi 12!
- Crutchlow Tercepat di FP3 MotoGP Inggris, Rossi dan Vinales Catatkan Laptime yang Sama!
- Kalau YZR-M1 Sudah Kurang Kompetitif kenapa Gak Bikin YZR-M2?
Ditanya perihal rahasia kemenangannya, dengan santai Marc menjawab, “Hampir semua balapan itu sulit. Seperti contohnya di Misano juga sulit. Namun di Aragon ini semangatku membuat perbedaan. Motivasi ini yang membuatku merebut kemenangan,” ujarnya seperti dikutip Speedweek, Sabtu (30/9/2017)
“Pada titik tertentu saya tidak keluar dari kelompok. Dan saya berpikir saya akan melambat. Namun otak saya berkata lain, ‘ini adalah trek favorit saya, kenapa tak berusaha menang?’. Itulah sebabny pada akhirnya saya mendorong lebih dan mendapat kemenangan,” lanjutnya.
Selain faktor motivasi, ternyata kemenangan Marquez juga bergantung pada pemilihan ban. Menurut Marquez ia belajar banyak mengenai pemilihan ban sejak paruh musim pertama. Di paruh musim pertama Marquez mengalami begitu banyak jatuh akibat pilihan ban yang kurang sesuai.
“Jika anda membandingkan jumlah jatuh saya di paruh pertama dan kedua, maka di paruh pertama jelas lebih banyak. Tapi spesifikasi ban keras memberikanku nuansa yang lebih dan lebih baik. Umpan baliknya juga jauh lebih baik. Seperti di Barcelona misalnya, kami menggunakan ban dengan spesifikasi lama. Namun di sirkuit lain itu tak bekerja baik. Tapi sisi positifnya kami bisa membuat perbandingan dan mendapat settingan ban terbaik,” lanjutnya.

MotoGP musim 2017 tinggal menyisakan 4 seri lagi yakni Motegi, Sepang, Phillip Island dan Valencia. Dengan sisa 4 balapan yang ada, dengan potensi Marquez seperti di Aragon kemarin, bukan tidak mungkin The Baby Alien kembali rebut titel juara dunia MotoGP musim 2017 ini… (mmz)
===============
Lebih dekat dengan Motomazine di:
- e-mail: motomazineblog@gmail.com
- facebook: motomazine.com
- twitter: motomazine
- IG: @motomazineblog
- Youtube channel: Motomazine
- WA: 085233819298
- BB: 524dbd4e
Marquez kalau latihan berani ndelosor. ukuran badan juga mendukung.
https://kupasmotor.wordpress.com/2017/09/30/motor-naked-suzuki-gsx-150-tanpa-s-dengan-model-klasik-lebih-cocok-jadi-pengganti-suzuki-thunder-daripada-suzuki-gsx-s150/
SukaSuka
Ukuran badan emang pas buat gelayutan
SukaSuka