Belajar Rem ABS Kini Lebih Mudah, Peneliti UNNES Kembangkan Modul Digital Berbasis STEM

Motomazine.com – Bukan Cuma Paham Rem, Siswa SMK Diajak Kenali Teknologi ABS Lewat Modul Digital
Dosen UNNES Kembangkan Modul Digital ABS. Andri Setiyawan, dosen otomotif UNNES yang pernah menjadi trainer Yamaha Academy, bersama tim mempublikasikan riset jurnal internasional Q2 tentang pengembangan modul digital berbasis STEM untuk materi rem ABS.

Teknologi kendaraan terus berkembang, dan salah satu yang penting dipahami siswa otomotif saat ini adalah Anti-lock Braking System (ABS). Sistem ini bukan sekadar fitur tambahan, tetapi teknologi keselamatan yang membantu roda tidak terkunci saat pengereman mendadak, sehingga kendaraan tetap stabil dan lebih mudah dikendalikan.

Masalahnya, materi ABS kerap dianggap cukup rumit jika hanya dijelaskan lewat ceramah atau buku teks. Padahal, di dunia otomotif modern, pemahaman soal sistem seperti ini makin penting, terutama bagi siswa SMK yang dipersiapkan masuk ke dunia kerja.

Berangkat dari kebutuhan itu, Andri Setiyawan bersama tim mengembangkan modul pembelajaran digital berbasis STEM untuk materi rem ABS. Tujuannya, agar siswa tidak cuma hafal nama komponen, tetapi juga memahami cara kerja sistem, fungsi sensor, prinsip pengereman, hingga kaitannya dengan keselamatan berkendara.

Andri sendiri memiliki latar belakang yang kuat di bidang otomotif. Ia pernah menjadi trainer di Yamaha Academy, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 2017 untuk area Madiun dan Kediri. Saat ini, ia aktif sebagai dosen dan peneliti di bidang pendidikan teknik otomotif Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan sedang menempuh studi S3 bidang STEM Education di Johannes Kepler University Linz, Austria.

Riset terbaru Andri dan tim ini berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q2, yaitu International Journal of Mechanical Engineering Education. Fokus penelitiannya adalah pengembangan media pembelajaran digital agar materi teknologi otomotif modern, khususnya rem ABS, lebih mudah dipahami siswa.

“Hasil uji coba awal menunjukkan modul digital ini bisa membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ABS yang selama ini cukup menantang dipelajari,” ujar pria murah senyum yang dulu sering hangout bareng mmz.

Masih menurut Andri, pembelajaran otomotif perlu bergerak mengikuti perkembangan teknologi kendaraan. Sebab, industri tidak lagi hanya membutuhkan lulusan yang bisa bongkar-pasang komponen, tetapi juga yang paham logika sistem dan perkembangan teknologi di balik kendaraan modern.

Lewat pengembangan modul digital berbasis STEM ini, pembelajaran rem ABS diharapkan menjadi lebih interaktif, mudah dipahami, dan lebih dekat dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, siswa vokasi otomotif tidak hanya siap praktik, tetapi juga lebih siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan masa kini. Semoga berguna. (mmz)

avatar Tidak diketahui

Penulis: motomazine.com

Pecinta Dunia Otomotif yang sedang belajar sharing di dunia maya. Apapun asalkan berhubungan dengan mesin, roda dua, roda empat, pembalap, dan kehidupan manusia akan selalu senang untuk saya perbincangkan

Silahkan berkomentar.. Monggo...