Benarkah Polisi Tilang Penggunaan Braket Handphone di Kendaraan Bermotor? Berikut Jawabannya

motorcycle-phone-mount

gambar ilustrasi, nyomot dari google

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis.. Beberapa hari ini beredar luas broadcast di berbagai media sosial yang memberitakan perihal penilangan terhadap penggunaan braket handphone di kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Terkait diadakannya operasi Simpatik yang digelar mulai tanggal 1 Maret 2017 ini, tentu beredarnya pesan tersebut cukup membuat banyak pihak khawatir. Pasalnya, di zaman yang serba canggih dan ruwet ini, tak sedikit orang yang menggunakan handphone sebagai sarana pemandu untuk melancarkan mobilisasinya.

Sudah menjadi barang umum jika banyak rider yang memasang braket handphone di stang sepeda motor maupun dashboard mobilnya. keperluan akan GPS ditambah dengan semakin menjamurnya jasa Ojek Online adalah alasan kenapa orang-orang harus memasang braket HP di kendaraannya. Terlebih, piranti ini juga dijualbebas di toko-toko aksesoris sepeda motor.

Untuk mengetahui kebenaran perihal viralnya berita tersebut melalui detikcom mereka mencoba mencari informasi ke Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa. Dan jawabannya adalah tidak benar. Jenderal bintang dua tersebut mengatakan jika pihaknya tidak pernah mengeluarkan maklumat terkait holder ponsel yang dipasang di mobil atau motor.

“Itu orang iseng, tidak ada kerjaan. Polri tidak pernah keluarkan pernyataan tersebut terkait operasi simpatik,” ucap Royke seperti dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/2/2017).

Polri akan menggelar operasi simpatik serentak diseluruh indonesia mulai 1 sampai dengan 21 Maret. Dalam operasi kali ini polisi akan memastikan helm pengendara sepeda motor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Begitu juga dengan spion, knalpot, ban, dan spesifikasi teknis lainnya. Juga surat kelengkapan kendaraan dan pengendara.

Mengenai broadcast tersebut, Royke hanya membantah soal holder ponsel. Dia juga memastikan polisi tidak pernah mengeluarkan maklumat tersebut terkait dengan operasi simpatik.

“Pernyataan itu tidak salah sih. Tapi tidak nyambung dengan Operasi Simpatik,” ucapnya.

Mengenai beredar luasnya broadcast tersebut, MMz sendiri juga sempat mempertanyakan kebenarannya sesaat setelah menerima berita. Tak main-main, bahkan untuk menguatkan seakan-akan berita itu benar,di sana juga tertera bahwa peraturan tersebut sudah termaktub dalam Pasal 279 UU Lalu Lintas terkait pemasangan alat yang mengganggu keselamatan, seperti braket handphone.

Pasal 279 UU Lalu Lintas menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan kurungan paling lama 2 (dua) bulan dan denda paling banyak Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Nah kan, bagaimana nggak serem coba? Bagi anda yang memiliki mobilitas tinggi dan sangat bergantung pada handphone ataupun GPS tentu sangat membutuhkan adanya holder/braket handphone untuk menunjukkan arah kemana anda akan pergi. Namun meskipun begitu, hal ini hendaknya tak membuat anda lantas terpaku pada handphone. GPS kan ada suaranya, nah, panduan dari operator itulah yang hendaknya anda dengarkan, dan pandangan tetap fokus ke depan memperhatikan lalu lintas.

Namun perlu diperhatikan, isu tersebut hanya menyinggung masalah penggunaan holder/braket handphone yang ternyata hanya sebatas isu belaka. Akan lain halnya jika anda bertelepon ria, berWA, facebook-an, BBM-an atau bahkan ngetik artikel sambil berkendara.. :mrgreen:  Bisa diajak review UU tilang sampean sama Pak Polisi.. So, sudah jelas kan bro sis.. ternyata tilang perihal penggunaan holder/braket handphone itu hanya isu belaka.. Walaupun ada Operasi Simaptik mulai tanggal 1 s/d 21 Maret 2017, namun Polisi hanya akan berkonsentrasi pada bentuk-bentuk pelanggaran umum, seperti helm SNI, Spion, lampu-lampu, ban, safety belt (mobil) dan tentunya SIM serta STNK yang masih aktif, bukan mati pajak.. Ingat… utamakan safety riding ya… (MMz)

===============

Punya pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman? Tulis saja di:

  • motomazineblog@gmail.com
Iklan

Tentang motomazine

Pecinta Dunia Otomotif yang sedang belajar sharing di dunia maya.Apapun asalkan berhubungan dengan mesin, roda dua, roda empat pebalap, dan kehidupan manusia akan selalu senang untuk saya perbincangkan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Benarkah Polisi Tilang Penggunaan Braket Handphone di Kendaraan Bermotor? Berikut Jawabannya

  1. sucahyoaji berkata:

    Iya, masa ditilang kalau dipakai untuk info. kan sama dengan pakai spedo digital ditilang. Kecuali kalau dibuat mainan selagi jalan

    https://kupasmotor.wordpress.com/2017/03/02/hasil-uji-lapangan-suzuki-gsx-r150-kok-cuma-beda-sedikit-dengan-rival/

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Daripada menawarkan sistem navigasi mending sediakan tempat hp android di dashboard | Mengupas soal motor

Silahkan berkomentar.. Monggo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s