Back Torque, Simpel tapi Memedenkan!

Diposting pada

Motomazine.com – Sharing pengalaman yang baru saja mmz alami. Bukan yang pertama sih. Cuman tadi cukup mengagetkan. Lebih berasa dari biasanya sehingga cukup mengagetkan juga. Bahas opo to ngab? Sesuai judul, kita akan bahas yang namanya back torque. Simpel tapi memedenkan.

Bicara back torque sampean semua pasti sudah paham. Apalagi yang sering ngebejek motor berkopling tipe sport atau bebek sport atau apalah itu.

Back torque sendiri bisa diartikan kondisi dimana saat rider menurunkan gigi dari rpm tinggi untuk memanfaatkan engine brake. Nah, saat itulah terjadi roda belakang mengunci. Dan inilah yang berbahaya.

Barusan saja mmz alami, saat hendak berbelok dengan kecepatan yang agak terlalu tinggi, mau tidak mau saya harus turunkan kecepatan dengan esktrem.

Entah kenapa, mungkin karena sedikit terlalu kencang tadi ya om, saya pun harus membantu menurunkan kecepatan motor dengan melakukan desaselerasi penurunan gigi guna meraih engine brake.

Si Sabri yang semula berada pada posisi gigi enam saya turunkan langsung ke gigi 2 kemudian lepas tuas kopling dengan harapan timbul engine brake sesuai dengan keinginan hati.

si Sabri

Namun apa yang terjadi? Saking agak kencengnya laju si motor plus titik pengereman yang terlalu dekat membuat ban CB150R tunggangan pun terkunci. Bisa ditebak?

Nah bener banget. Ban belakang langsung ngesot ke kanan dan kiri. Cukup mengejutkan juga sih… Cuman yang menjadi PR selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan motor agar tetap bisa menikung dan berada pada lajurnya. Nah ini yang butuh skill. Halah… Alhamdulillahnya semua berjalan lancar. Hanya sedikit kaget saja.

Yang pasti gejala back torque ini bisa saja membuat kita celaka saat terjadi dalam kondisi yang over. Kalau kita hanya melakukan perlambatann di jalan lurus sih, gak begitu masalah ya.. Cuman ketika berhadapan dengan tikungan, nah ini yang tidak gampang.

Intinya terus bekali diri dengan skill mumpuni saat berkendara sepeda motor. Karena hal-hal yang tak disengaja seperti ini yang justru membahayakan.

Buat sampean yang nyemplak motor matic mungkin penasaran dengan artikel ini. Cuman buat yang sering track day, atau justru balapan di sirkuit, pasti sangat familiar dengan back torque ini.

Beruntunglah sampean yang motor koplingnya sudah dibekali fitur assist and slippery clutch. Karena dengan fitur ini gejala back torque dapat berkurang hingga seminini, semniminn, seminiminal, duh, seminiminal mungkin. (mmz)

Gambar Gravatar
Penulis adalah penghobi dunia otomotif yang mencoba berbagi info kepada pemirsa semua tentang berita terbaru seputar sepeda motor, mobil, balap dan MotoGP. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini dan semoga bermanfaat.

1 komentar

  1. Ping-balik: Back Torque, Simpel tapi Memedenkan! - Jatimotoblog

Silahkan sampaikan uneg-uneg pemirsa di sini