Motomazine.com – salam safety riding bro sis.. Masih ingatkan dengan momen terpanas dalam gelaran MotoGP musim 2015? Yup, apalagi kalau bukan insiden yang sering disebut dengan Sepang Clash yang melibatkan pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi vs pebalap Repsol Honda Marc Marquez.
Kejadian itu pulalah yang akhirnya menimbulkan berbagai opini dan spekulasi tentang adanya konspirasi antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo dalam menggagalkan tujuan Rossi dalam merengkuh gelar juara dunia ke sepuluhnya.
- Update Sepang Clash: CAS Tolak Permohonan Rossi.. Mengharuskannya Start Dari Last Row di Valencia..!!!
- CAS Tolak Permintaan Lorenzo untuk Intervensi Masalah Rossi VS Marquez
- Setelah Gagal Mengajukan Banding ke Race Director Valentino Rossi Memohon Penangguhan Hukuman ke CAS
Akibat senggolan fenomenal itu pula akhirnya Rossi meminta pengadilan kepada CAS (Court of Arbitration for Sport) untuk menangguhkan bahkan mencabut hukuman tiga poin penalti yang dijatuhkan kepadanya.
Hukuman yang akhirnya benar-benar diterima Rossi pada tanggal 5 November lalu itu, sehari sebelum race penutup Valencia digelar membuat Rossi harus start dari baris paling belakang. Artinya, permohonan Rossi kepada CAS ditolak.
Dan baru-baru saja, tepatnya hari ini Rossi menarik dan mencabut permohonannya kepada CAS. Ibarat kata, everything had been happened. Tak ada yang bisa diulangi lagi. Gelar juara dunia musim 2015 sudah jatuh ke tangan Lorenzo. So, tak akan ada gunanya lagi memohon kepada CAS untuk menarik hukuman tersebut. Rice had become pouridge
Hal ini juga dibenarkan oleh direktur FIM Richard Perret,
Mr. Valentino Rossi telah menarik permohonannya kepada CAS. Artinya poin yang diterima oleh Mr. Rossi akan tetap berlanjut
.
FYI, hukuman poin penalti yang diterima pebalap dalam satu musim akan berlaku pada musim berikutnya. Jadi, mulai musim 2016 mendatang Vale secara otomatis akan membawa bekal berupa 4 poin penalti. Dimana ia sudah memperoleh sangsinya di Valencia kemarin. Warning for Vale is, jangan kembali melakukan kesalahan hingga membuat poin lagi. Sebab jika akumulasi poin mencapai 7 Rossi harus start dari pitlane. Dan parahnya lagi, ketika akumulasi poin itu mencapai 10 artinya Rossi harus didiskalifikasi dan tak boleh ikut balapan seri selanjutnya.
Entahlah, keputusan Vale mencabut permohonannya kepada CAS ini kemungkinan memang terkait kekecewaannya terhadap musim yang mungkin menjadi sebuah nightmare baginya ini. Bagaiman tidak, mahkota juara dunia di depan mata raib begitu saja. Sedihnya lagi, itu semua terjadi di seri pamungkas musim 2015.. (MMz/red)
Related Posts:
- Menyedihkan, ini Alasan Rossi hingga Mlempem di Kualifikasi MotoGP Inggris
- Kalau YZR-M1 Sudah Kurang Kompetitif kenapa Gak Bikin YZR-M2?
- Meski Menderita dan hanya Finish Posisi 6 Rossi Mengaku Nikmati Balapan Austria
- Rossi Jajal Fairing Radikal M1 di Tes Brno. Efektifkah?
- Fantastis, Gaji Valentino Rossi Tembus Rp 4 ribuan per Detik. Heluk?
- Inilah Kunci yang Membuat Rossi Podium 2 di Jerman
- Marquez Masih Raja Sachsenring, Rossi dan Vinales Podium
- Rossi Membaik, Sebut Ban jadi Kunci!
- Rossi Gas Sedari Awal. Rebut Posisi Pertama di FP1 GP Catalunya
- Simbah Rossi Menggila, Rebut Pole Position dan Jebol Rekor MotoGP Mugello. Lorenzo ke-2 Vinales 3


Lhadalah… serem iki..
SukaSuka
Ngopo emange?
SukaSuka
Lha poine wes okeh
SukaSuka
Iyo seh.. Sisan
SukaSuka