Lebaran dan Lalin: Akamsi yang Mendadak Beringas karena Kendaraan Luar Kota

Diposting pada 43 views

MOTOMAZINE.COM – Masih seputar lebaran dan lalu lintas Kangbro, Akamsi yang mendadak beringas karena kendaraan luar kota. Bukan untuk mendiskreditkan kendaraan-kendaraan luar kota yang acapkali berkendara “layaknya di tempat asalnya”, namun lebih ke habit penduduk-penduduk lokal aka akamsi yang sepertinya berubah. yaps, hal ini tak luput dari amatan mmz yang beberapa hari ini, selama lebaran ini musti riwa riwi ke sana kemari, silaturahmi dan mengais rezeki.

Akamsi yang mendadak beringas. Mungkin istilah ini sedikit menaikkan egoisitas para pengguna jalan lokal. Namun memang begitulah keadaannya kangbro.

Jadi kemarin nih, pas perjalanan pulang dari silaturahmi, secara tak sengaja saya membuntuti sebuah sedan. Sangat jelas, platnya adalah asli plat sini. Nah yang membedakan selanjutnya adalah bagaimana cara doi berkendara. Dari tingkah polah yang saya amati, doi sepertinya geraah banget karena kemerdekaannya terampas.

Yoi, jalanan kota kecil yang biasanya lengang, yang bisa dilalui sambil memikirkan cicilan, tetiba riuk ramai bak kota besar dengan berbagai kemacetannya. Fuhh… Yakin, jan crowded banget Kang.

Belum lagi ulah beberapa pengendara non lokal yang suka serobot sana sini, ambil kanan ngeblong kiri, wes jan pokoke… Kalau sampeyan gak sabaran, bisa runyam urusannya. Hawong resiko nyundul benar-benar terbuka.

Dan kejadian seperti itu juga mmz alami sendiri. Sangat jelas bagaimana seekor Kijang kapsul berwarna biru melakukan manuver yang kurang terpuji. Ya, masih sangat jelas di benak saya ketika bagaimana saya mencoba menyalip dari kiri (jalan searah), dan tetiba terhalang kendaraan di depan yang mendadak sein dan belok kiri. Saat itu di sebelah kanan saya ada celah yang sangat bisa dimasuki. Dan karena kepepet mobil yang tetiba belok di depan, mau gak mau saya sein kanan untuk masuk ke celah tersebut.

Tapi apa yang terjadi kangbro? Tuh mobil langsung ngegas dan menutup celah yang sebelumnya ada tersebut. Padahal ketika itu saya sudah bersiap  putar kemudi ke kanan. Untung saja kebiasaan melihat spion jadi penyelamat. Coba tidak? Hadeeeh…. Gak kebayang seperti apa jadinya.

Meski begitu, toh gak semua kendaraan berplat luar kota berperilaku semacam itu. banyak juga kok mereka yang santun, tertib aturan, berjalan pelan, hingga saking pelannya jalan 30 km/jam saja. Padahal jalan lagi gak ramai banget…wkwkwk…

Last, dari beberapa hari pengamatan yang mmz lakukan, kendaraan-kendaraan berplat akamsi kesannya tuh memang berubah Kang. Mereka sedikit lebih agresif. Ngesein kanan ngeblong kiri. Kayak yang kesusu banget supaya segera sampai di tempat tujuan.

Dan untuk itu memang bisa dimaklumi sih. Kita yang biasa bekendara cepat dan tenang (bukan ngebut), harus sedikit disibukkan dengan keramaian lalu lintas lebaran. Lha ngguyokke e mas. Mosok plat dalam kota kalah banyak dibanding plat luar kota? kan lucu…. :mrgreen:

Tapi dari moment seperti ini paling tidak akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan. Sedikit merasakan bagaimana perasaan warga pribumi ibukota yang ditinggal mudik warga urbanisasi. Betapa bahagianya mereka, terlepas dari keruwetan, hiruk pikuk kejamnya jalanan. Yang sejatinya bisa terhindarkan jika ibu kotanya pindah ke Kalimantan. Halah, semoga berguna… Oh ya, yang lagi balik  ke tempat kerja, semoga senantiasa diberikan keselamatan hingga ke kota tujuannya masing-masing…  (mmz)

Silahkan Komentarnya Kangbro