Pengalaman Solo Riding Tengah Malam Tulungagung-Ponorogo bareng SABRI ketemu 'Permen'

oleh



Motomazine.com – Salam safety riding masbro… Jumat pagi (25/5/2018), mmz baru saja touchdown kota cete, Tulungagung dalam rangka menghadiri undangan sebuah ATPM dalam meluncurkan produk terbarunya. Sampai di dealer, dimana SABRI saya titipkan, dari sanalah cerita ini berawal.

(Kamera semakin ngeblur)… Perkenalkan nama saya Sabri, saya seorang mahasiswa berperawakan cukup tinggi dengan dada bidang, berkulit bersih yang menurut teman-teman saya bisa dibilang idola di kampus. Ya, saya saat ini sedang menempuh kuliah di salah satu kota besar di kota Tulungagung, dan tinggal dengan tante saya, sebut saja Marta. Sek, ini tadi cerita opo to Cak? Asemb… Wes, kembali ke topik 🤣

Singkat cerita, pukul 01.00 Jumat dinihari mmz baru saja sampai di kota cete, dengan perjalanan Sub-TA via Harapan Jaya PATAS HDD. Kondisi tubuh yang begitu lelah, penat dan campur aduk akibat belum mandi sedari siang membuat bodi terasa begah, wes gak uenak pokokmen Cak. Yawes, mmz putuskan buat pulang ke rumah. Pengennya sih segera ketemu kasur, terus babuk.
Tepat pukul 01.21 WIB (jam digital di speedo CB150R), saya putuskan buat jalan pulang. Berbekal bensin setengah full, SABRI (Sebutan buat CB150R), saya geber menyusuri jalanan Tulungagung-Trenggalek. Saat awal-awal melintas sih oke-oke saja, lalu lintas masih lalu lalang, mulai dari muda-muda yang pulang ngopi, bangunin sahur, hingga truck-truck pengangkut cabe dan sayur yang masih banyak berseliweran di sepanjang jalan perkotaan itu.
Namun begitu masuk ke Trenggalek, tepatnya barat jembatan setelah pos polisi, hawa yang terasa mulai berubah Cak. Sunyi malam yang kian menusuk daging itu makin berasa, bahkan dengan entengnya nembus jaket Respiro Panama R 3.4 yang mmz kenakan.
Makin ke barat, makin masuk ke hutan Trenggalek-Sawoo, dingin malam pun kian menusuk. Ditambah pekat kabut yang mulai turun hingga agak susah tertembus cahaya lampu LED. Iya Cak, jika sampeyan pernah ngalamin, rasanya tuh kayak semacam ‘goes to another dimension‘. Aneh lah pokoknya. Dan hawa yang begini ini makin klop lagi dengan sepinya jalanan. Nyaris tak ada lagi sepeda motor yang melintas. Hanya beberapa truck dan pick-up Jakarta-nan yang menyertai perjalanan mmz malam itu.

Makin ke barat, beberapa meter masuk ke alas Trenggalek, suasana dingin yang menusuk itu makin lengkap dengan hadirnya sesosok ‘permen’ (putih) di sebelah kanan jalan, bersebelahan dengan pohon. Mmz tak begitu ngewaske, sebab rasa yang bergejolak sudah gak karu-karuan Cak. Pokoke uluk salam, dan fix, itu sesuatu. Lha wong bulukuduk langsung berdiri gak karuan.
Baca juga:


Berusaha tetap tenang walaupun tengkuk berasa segayung gedenya, perjalanan pun mmz lanjutkan. Terus menyusuri jalanan sepanjang alas gung liwang liwung bertemankan tebing di sisi kanan, dan jurang di sisi kiri jan menambah nikmat perjalanan malam itu. Meter demi meter, kilo demi mil terus terlewati hingga tibalah di daerah Sawoo. Di sana pemandangan sontak berubah. Walau tetap dingin, namun sudah lumayan banyak orang yang lalu lalang ke pasar puncak Sawoo, seperti tukang sayur maupun pedagang yang hendak berjualan ke pasar.
Jalur Tulungagung-Ponorogo via Maps

Makin ke barat suasana makin ramai, makin tenang dan kembali ke hawa semula. Gas si SABRI mulai mmz kendurkan melemaskan otot leher yang terus menegang, terlebih dengan kondisi jalan berkontur tidak rata yang menghadang.
Tepat pukul 02.28 WIB, mmz sampai di kota Ponorogo. Mampir ke sebuah swalayan untuk membeli minuman ringan dan mainan kind** joy titipan si genduk polwan, perjalanan pun kembali mmz lanjutkan. Dan hamdalah, puji syukur ke hadirat Tuhan, tepat pukul 02.38 Jumat pagi roda SABRI mulus menyentuh lantai teras rumah. Masuk rumah, lanjut mandi dan makan sahur.
Last… Perjalanan malam memang acapkali menghadirkan berbagai cerita menarik bagi anda yang suka momotoran. Sensasinya itu loh Cak, bener-bener gak bisa digambarkan pakai kata-kata. Tapi kembali lagi, karena jalur Tulungagung-Ponorogo adalah jalur aman, maka mmz ya aman-aman dan berani saja melintas di sana. Tapi kalau jalurnya berbeda, sekitaran rumahnya Mbah Rider Tua misalnya, mungkin saya musti berpikir ulang untuk ngegas jam segitu 😁
Sekian dan semoga berguna Cak… Oh ya, kalau sampeyan punya cerita serupa monggo dishare di kolom komentar… Matursuwun… (mmz)
*) maaf gak sempet foto-foto


Lebih dekat dengan Motomazine di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • facebook: motomazine.com
  • twitter: motomazine
  • IG: @motomazineblog
  • Youtube channel: Motomazine
  • WA: 085233819298
  • BB: D8DCFC9A

2 thoughts on “Pengalaman Solo Riding Tengah Malam Tulungagung-Ponorogo bareng SABRI ketemu 'Permen'

Silahkan Berkomentar di bawah sini