Data AISI Tak Boleh dishare ke Publik, Ini Alasannya

Diposting pada 147 views



Motomazine.com – Masbro, mungkin hingga detik ini sampeyan masih bertanya-tanya atau bahkan menunggu, kenapa data distribusi kendaraan bermotor yang tiap bulan dishare kini tiarap, adem dan tak ada kabar beritanya. Sabar masbro, ojo mancal kemul dhisik… Jadi gini, usut punya usut ternyata Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melarang penerbitan data wholesales kendaraan bermotor ke publik. Alasannya masuk akal sih, agar tak diselewengkan untuk hal-hal yang negatif.

Setelah beberapa waktu lalu sempat ramai masalah dugaan kartel Honda dan Yamaha, kini KPPU kembali melarang rilis jumlah penjualan motor maupun mobil ke publik yang sering didapat dari AISI maupun GAIKINDO. Guntur Syahputra Saragih juru bicara KPPU, dilansir dari Lek IWB yang disadur dari Kompas menuturkan perihal kekhawatirannya jika data AISI dibuka kemana-mana.

“Prinsipnya seperti ini, kalau soal dipindah memang bukan menjadi keputusan KPPU. Namun, soal pembagian data-data yang seperti itu, pada prinsipnya sangat berpotensi terjadinya pelanggaran, berpotensi ya…”
“Kembali lagi, penegakkan hukum administrasi pelanggaran harus kami buktikan dahulu dengan pemeriksaan sampai persidangan. Hanya sebagai upaya pencegahan, kegiatan-kegiatan membagi data produksi, itu sangat berpotensi bagi sesama pelaku usaha untuk bersekongkol dalam arti negatif. Seperti mengendalikan jumlah produk barang dan jasa, produksi, volume, pricing, dan bisa memberikan juga potensi untuk melakukan perjanjian yang dilarang dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1999, perjanjian yang untuk mengatur produksi barang dan jasa…”tuturnya.

Sementara pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sendiri mengaku masih akan sowan ke KPPU guna meluruskan masalah ini. Adalah Jongkie D Sugiarto selaku Ketua Gaikindo sendiri yang mengaku masih akan melakukan pembicaraan ulang mengenai kontroversi tak diperbolehkannya data penjualan kendaraan dishare ke publik.

“Pengumpulan data ini merupakan regulasi pemerintah, tapi kalau kita diminta untuk tidak mengumpulkan ya sukur, tugas Gaikindo berkurang. Tapi sekarang posisinya kita diwajibkan..” serunya….

Yap, menurut Jongkie tak dibolehkannya publish data penjualan kendaraan bermotor ke publik ini masih menjadi ganjalan tersendiri terutama bagi Gaikindo. Jika kita menilik pada penuturannya di atas Gaikindo sebenarnya tak mempermasalahkan jika disuruh berhenti mengirim data ke Asoiasi. Tapi sekarang malah diwajibkan. Dan ini akan sedikit berselisih paham dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 228/2017 tentang perpajakan.

Last… Serba repot memang masbro jika data penjualan kendaraan bermotor tak lagi boleh dishare ke publik. Pasalnya akan ada perseberangan penerimaan di sana. Di satu sisi, bisa saja data penjualan adalah konsumsi asosiasi dan direktorat pajak saja dan tak perlu dipublish ke khalayak.
Namun di sisi lain, alangkah akan lebih bermanfaatnya jika masyarakat juga mengetahui besaran jumlah penjualan sepeda motor dan mobil tiap bulannya.
Tak disetorkannya data dari Agen Pemegang Merek (APM) ke Asosiasi malah akan menimbulkan kemisteriusan data. Kita juga tak bisa melihat pergerakan distribusi tiap bulannya, apakah daya beli masyarakat naik apa malah turun.
So, yowes kita tunggu saja. Yang pasti alasan KPPU melarang disebarluaskannya data AISI adalah agar data tak disalahgunakan. Seperti dugaan kartel yang sempat menyeruak beberapa waktu lalu. Semoga berguna… (mmz)
baca juga:


Lebih dekat dengan Motomazine di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • facebook: motomazine.com
  • twitter: motomazine
  • IG: @motomazineblog
  • Youtube channel: Motomazine
  • WA: 085233819298
  • BB: D8DCFC9A
Gambar Gravatar
Penulis adalah penghobi dunia otomotif yang mencoba berbagi info kepada pemirsa semua tentang berita terbaru seputar sepeda motor, mobil, balap dan MotoGP. Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini dan semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Data AISI Tak Boleh dishare ke Publik, Ini Alasannya

  1. Yg kita tau malah market share jadi bahan gontok2an di kolom komentar blogger2. Ya lumayan sih berkurang 1 bahan ribut mereka hahahaha..

Mari berbagi komentar di sini