Marquez Akui ingin Tiru Gaya Balap Dovisiozo. Beneran apa Psywar nih?

oleh

Motomazine.com – Masbro, pasca race MotoGP yang dihelat di sirkuit Chang Buriram Minggu kemarin, banyak kenyataan unik yang terjadi antara Marquez dan Dovisiozo. Sebut saja Marquez yang akhirnya berhasil menangi pertarungan sengit vs Dovisiozo hingga tikungan terakhir, perbincangan keduanya mengenai balapan yang barusan berlangsung, kompaknya mereka komen kesulitan berada di belakang Rossi (ada di IG @motomazineblog), hingga maksud Marquez yang tertarik ingin meniru gaya balap seorang Dovisiozo.

Yap, kalau sampeyan perhatikan selama race Buriram kemarin, terlihat Marquez memang terkesan gasrak gusruk mengendarai Honda RC213V nya. Dan mau diakui atau tidak, sepertinya memang harus begitu buat mengendarai RC213V. Pemandangan ini jelas sangat berbeda dengan Dovisiozo yang mengendarai Ducati Desmosedici GP18. Desmosdovi, walaupun terlihat bertenaga, tapi cara doi membawa motor tuh kelihatan halus banget, nggak begitu ngoyo dan cenderung memaksimalkan kemampuan Desmosedici sendiri. Bener masbro, bergelut dengan Desmosedici sejak 2013 sepertinya membuat Dovi paham benar bagaimana menjinakkan motor binal asal Borgo Panigale itu.

Ditanya perihal pertarungannya yang makin intens melawan Dovisiozo, Marquez lantas mengibaratkan dia dan Dovi layaknya Kevin Schwantz vs Wayne Rainey beberapa tahun silam. Menurut Marquez gaya balapnya lebih cenderung ke Schwantz, sedangkan Dovisiozo lebih lembut mirip seperti Rainey. “Tentu, sejak tahun lalu dan tahun ini kami memiliki beberapa pertarungan hebat. Itu menyenangkan, karena pertarungannya selalu berlangsung hingga tikungan terakhir,” papar Marquez, enam kali juara dunia Grand Prix.

Wayne Rainey (Marlboro Yamaha) dan Kevin Schwantz (Lucky Strike Suzuki)

Saya selalu coba mengerahkan segalanya hinga meter terakhir, tapi Dovi juga selalu memberi segalanya hinga meter terakhir. Itu cara yang bagus, kami selalu memiliki respek satu sama lain. Kami memiliki gaya balap berbeda, motor berbeda, dan memiliki titik yang sangat kuat, saya memiliki titik kuat lainnya. Ini menciptakan situasi di mana kami dapat bersaing dengan cara baik, cara untuk saling salip menyalip. Saya mungkin lebih seperti Schwantz, karena saya mengerem lebih pada limitnya, dan memiliki titik pengereman spesial yang dimiliki tiap orang dalam pikirannya. Tapi target saya adalah mengubah gaya balap, untuk lebih seperti Dovizioso: Halus, lebih sedikit merebah, dan lebih banyak akselerasi, walaupun saat ini itu tidak mungkin.” tambahnya.

Sementara untuk Dovisiozo, pria Italia ini menyebut gaya yang ada pada diri Marquez lebih karena bentukan karakter motor Honda sendiri. Tentu gayanya dalam mengendarai Ducati tak bisa disamakan dengan Marquez membawa Honda. “Gaya balap adalah satu hal, dan karakteristik motor adalah hal lainnya. Keduanya membuat perubahan besar, karena saya pikir gaya balap Marquez akan sama seperti Honda, sangat lincah dan agresif,” tutur Dovi.

“Ia dapat melakukannya, ia adalah yang terbaik dalam menangani itu. Tapi ia juga sering mengubah gaya balapnya selama di MotoGP, ke arah sana, [keseimbangan antara] motor dan gaya balapnya. Gaya saya sedikit lebih santai, tapi Anda harus mengendarai motor saya dengan cara itu. Anda tidak bisa mengendarai Ducati dengan agresif, sayapun tidak berpikir dapat mengendarai Honda dengan cara sama [seperti saya mengendarai Ducati]. Kami harus mempelajarinya dan berusaha, coba lebih baik di mana ia lebih baik. Namun, masih ada perbedaan besar dari gaya dan karakteristik motor.” Jelas Dovisiozo lebih lanjut.

Last, saling memuji kelebihan antar pembalap memang seakan membawa balapan MotoGP ke arah yang lebih baik daripada saling psywar dan menjatuhkan mental. Ya meskipun acapkali hal ini dilakukan buat membuat lawan keder. Namun alangkah lebih utamanya lagi yaitu saling respect antar pembalap. Saling menghargai keberadaan dan talenta yang dimiliki masing-masing pembalap. Contohnya ya Marquez sama Dovisiozo ini… Saling puji masbro.. Sampai-sampai Marquez berniat mengubah gaya balapnya seperti Dovisiozo. But anyway, emang gak ada ya yang pengen ngerubah gaya balapnya mirip kayak Rossi? Semoga berguna… (mmz)


Lebih dekat dengan motomazine di:

  • e-mail: motomazineblog@gmail.com
  • FB fanspage: motomazine.com
  • IG: @motomazineblog
  • Twitter: motomazine
  • Youtube Channel: motomazine

Silahkan Berkomentar di bawah sini