Begini Efek Buruk saat Bagnaia Kehilangan Winglet. Sevital itukah?

Diposting pada 182 views

MOTOMAZINE.COM – Efek buruk yang diderita Francesco Bagnaia ternyata sangat parah. Kehilangan winglet sebelah kanan membuat performa Bagnaia hancur berantakan. Pembalap debutan MotoGP ini langsung kehilangan kecepatan. Parahnya Ducati Desmosedici GP 18 tunggangannya seperti kehilangan arah. Sevital itukah fungsi sebuah winglet di MotoGP?

Awalnya banyak yang menyangsikan fungsi winglet di motor-motor MotoGP. Kalau dilihat sepintas tuh winglet emang seperti gak ada gunanya. Lha sakuprit begitu. Masa iya berpengaruh besar?

Tapi setelah menyimak penjelasan Pecco berikut ini, opini anda tentang aerowing/winglet pasti langsung berubah.

Saya memulai balap dengan sangat bagus. Tetapi tiba-tiba ada seseorang menyalip Petrucci dengan gila. Dan dia (Petrucci) menyentuhku,” terang pembalap yang memulai start dari posisi 13 ini.

“Saya kehilangan sayap sebelah kanan dan itu sangat sulit. Saya mencoba menekan di lap pertama, tapi itu sangat berbahaya karena motor selalu mendorongku ke arah kiri. Saya mencoba tapi imposibel.

“Saya melaju lurus (keluar trek) sebanyak tiga kali dan akhirnya saya putuskan berhenti. Saya mencoba kedua kalinya, tapi sangat berbahaya karena di jalur lurus motor sangat oling/bergerak tak tentu arah,” tambah pembalap VR46 Academy tersebut.

Performa aerowing selama ini memang sempat dikucilkan. Tapi begitu mendengar penjelasan Bagnaia ini akan terlihat bagaimana efek sesungguhnya sebuah sayap untuk motor.

“Motor lebih tinggi 5 mm tanpa sayap. Dan ini berpengaruh pada setting motor secara keseluruhan. Tanpa sayap habit motor sangat jauh berbeda,” lanjut Bagnaia.

“Saya rasa seharusnya saya bisa bertarung dengan Nakagami untuk posisi 10 besar. Karena race pace saya kuat. Tanpa sayap saya bisa melaju di 1m56,2 detik, dan dengan sayap saya yakin bisa melaju di 1m55 detikan.

“Race pace saya juga cukup kuat untuk melawan Mir. Saat melakukan slipstream itu OK. Tapi begitu sendirian saya menderita. Masalahnya saat mengerem. 

“Sisi positifnya adalah kami nyatanya kami cukup kuat. Tes berlangsung bagus dan itulah obyek kami. Akan sangat menyenangkan finish tanpa masalah, tapi semua orang punya satu hari buruk, dan itu tak mengapa bagi saya,” tutupnya.

Seri perdana Qatar adalah balapan yang menyedihkan bagi tim Alma Pramac Ducati. Tak hanya Bagnaia, Jack Miller juga musti rela menyudahi balapan di separuh gelaran karena joknya lepas.

So, sudah jelas kan sekarang. Fungsi vital sebuah winglet? Wajar jika sendok di Ducati GP19 Dovisiozo pun jadi perdebatan dan protes. Semoga berguna… (mmz)

Silahkan Komentarnya Kangbro