Rossi : Di MotoGP Modern, Penasaran lebih Penting dari Teknik

Diposting pada 142 views

MOTOMAZINE.COM – Pembalap tergaek di grid MotoGP Valentino Rossi akhirnya buka suara. Pembalap yang hendak berusia 41 tahun bulan Februari ini menyoroti fenomena yang timbul di MotoGP era modern. The Doctor, begitu ia akrab disapa, menyebut di MotoGP modern sekarang ini, rasa penasaran lebih penting daripada teknik. Walah?

Jika menyimak perhelatan MotoGP dari era dulu sampai sekarang, perbedaan yang terjadi memang begitu terasa. Yang paling kentara dan kasat mata tentu saja piranti aerodinamika yang kian hari semakin nyeleneh saja. Belum lagi piranti elektronik yang sepertinya mampu mengatur dan mengoptimalkan kemampuan motor-motor prototytpe itu sendiri.

“Saya sudah melakukan tes di sini sejak sirkuit ini dibuka,” canda Rossi. “MotoGP era sekarang membutuhkan usaha lebih untuk mengendarainya. Jika saya berkendara seperti tahun-tahun lalu, saya pasti lambat. Motornya mengalami peningkatan, ban juga meningkat, kami punya banyak sekali piranti yang harus dicoba. Dan ini adalah tes paling sulit sebab semua kuat, bahkan para pembalap muda sekalipun. Tapi saya terus berlatih sepanjang libur musim dingin dan saya jauh lebih siap dari tahun kemarin,” tambah Vale.

Baca juga : Efek Bola Panas Bimbangnya Rossi terhadap VR46 Academy

Sejauh ini Yamaha terlihat membawa beberapa part baru yang diujicobakan. Salah satunya adalah part aero di bagian front cowl dan juga device semacam ‘holeshot’. Part-part terbaru M1 ini baru nongol di hari ketiga Tes Sepang.

Alasan kenapa Yamaha harus memboyong part-part terbaru tersebut tentu saja adalah karena tuntutan ‘penasaran’ insinyur pabrikan. Mau diakui atau tidak, Ducati membawa peran besar di MotoGP era modern ini.

Dimulai dari bermunculannya berbagai model aerowing yang akhirnya dipakai semua pabrikan, sendok di swingarm, hingga yang terbaru adalah holeshot. Tentu semua part tersebut hadir untuk menjawab rasa penasaran yang ada.

“Motor MotoGP sekarang ini adalah motor paling menyenanngkan yang pernah saya  kendarai. Dulu, motor MotoGP adalah motor yang sangat, sangat susah dikendalikan. Butuh latihan dan fisik yang kuat untuk menaklukannya. Sekarang, rasa penasaran justru lebih berperan daripada teknik,” tambah pembalap bernomor 46 tersebut.

Weleh, semacam sindiran juga sih sepertinya. Terutama buat pembalap-pembalap rookie yang langsung klop dengan motor MotoGP era modern. Seakan tak perlu banyak adaptasi untuk langsung bisa melesat cepat.

DNA YZR-M1 adalah Inline 4

Bicara tes Sepang secara garis besar Rossi menarik kesimpulan bahwa tes yang dilakukan berjalan baik dan positif. Di hari ketiga tes Vale bahkan mampu catatkan laptime di angka 1m58 detikan. Ya walaupun pembalap-pembalap lain juga catatkan waktu di angka itu, tapi menurut pembalap yang bukukan waktu tercepat kelima tersebut, catatan waktunya sangatlah memuaskan.

Hal tersebut diakui Rossi tak terlepas dari performa M1 yang makin membaik. Menurutnya M1 versi 2020 ini sudah tak begitu rakus ban belakang dan alami sedikit peningkatan di sektor top speed. Ya, walaupun tak meningkat signifikan, tapi kemampuan cornering yang ciamik menurut Rossi masih menjadi senjata ajib untuk M1. Dan mesin inline-4 adalah DNA M1 itu sendiri.

Baca jugaRossi tentang M1 2020, Kami Butuh Kuda Sesungguhnya

“Mesin inline sangatlah mudah dikendarai tapi sedikit lebih lambat. Mesin V4 sangatlah superior di trek lurus, dan itu mereka peroleh dengan mudah, tak banyak usaha yang dilakukan. Berbeda dengan kami, motor kami lebih baik di tikungan, tapi untuk mampu menikmatinya kami harus mengambil resiko lebih. Tapi DNA mesin kami adalah inline. Yamaha percaya ke mesin inline-4, dan tak akan diganti untuk selamanya.” tambah Rossi.

Patut ditunggu nih Om.. Sepertinya MotoGP 2020 bakal berlangsung lebih seru. Selain komentar positif Valentino Rossi, Alex Rins dari Suzuki juga lambungkan keoptimisannya. Belum lagi Pol Espargaro yang sangat yakin dengan KTM RC-16GP model 2020 serta Aleix Espargaro yang sangat terkesima dengan performa Aprilia RS-GP 2020… (mmz)

Silahkan Komentarnya Kangbro