Rossi Sebut Portimao Cantik tapi Menakutkan

Diposting pada

MOTOMAZINE.COM – Pembalap MotoGP kembali turun ke lintasan untuk menjajal sirkuit Portimao Portugal. Pembalap pabrikan kali ini berkolaborasi dengan pembalap tester untuk menggali berbagai data guna hadapi balap yang akan berlangsung di sana. Uniknya Valentino Rossi yang turun dengan Yamaha YZF-R1 menyebut Portimao sebagai sirkuit yang cantik, namun menakutkan.

Pernyataan Rossi ini merujuk pada elevasi sirkuit Portimao sendiri. Para pembalap sepakat bilang bahwa Portimao punya banyak tikungan unik dan buta. Sekalinya pembalap salah menempatkan motor pada racing line, bisa jadi ambyar rencana yang sudah tersusun rapi.

Baca juga : Kontrak 1 Tahun Rossi dengan Petronas pakai Motor Pabrikan

Rossi sendiri sebenarnya suka dengan sirkuit ini. Sirkuitnya cantik, banyak elevasi mengagetkan, tetapi akan sangat sulit membuat motor MotoGP tetap menapak pada aspa. Loh, terbang maksutnya?

Kalau sampean  jeli melihat beberapa foto yang terjepret, hampir semua pembalap mengalami wheelie cukup tinggi. Yaps, beberapa pembalap memang menunggangi motor produksi massal yang tak punya winglet. Eh, Panigale V4R dan CBR1000RR-R ada. Cuman untuk YZF-R1 gak ada winglet yang membantu ban depan wheelie berlebih.

“Bekendara di sini sangat menari, sebab sirkuitnya sangat cantik meskipun secara teknis sulit,” tutur Rossi.

“Ini terasa sangat aneh karena banyak sekali perubahan tikungan. Tapi ini cantik dan gripnya juga sangat bagus, aspalnya bagus, jadi menyenangkan berkendara di sini,” tambah pembalap bernomor 46 tersebut.

Dari foto valentino Rossi di atas kita bisa melihat bagaimana R1 tunggangan Rossi mengalami wheelie yang cukup tinggi. Dan untuk motor pacuan sekelas MotoGP tentu ini menjadikan PR tersendiri bagi para mekanik untuk membuat motor tetap menapak sempurna pada aspal.

“Mungkin sedikit terlihat lebih sulit di televisi, lebih rumit. Tapi sebenarnya terasa bagus. Ada tiga atau empat titik menakutkan karena ada lompatan besar. Akan sulit membuat motor MotoGP tetap menapak pada aspal, tapi secara umum mengasyikkan,” lanjut Vale.

Tes ini bertujuan membuat pembalap makin kenal dengan Portimao. Itulah sebabnya kenapa pembalap-pembalap resmi hanya boleh mengendarai motor produksi massal. Sebut saja Rossi dan Vinales dengan Yamaha YZF-R1, Dovisiozo dan Petrucci dengan Ducati Panigale V4R, Takaaki Nakagami dan Pol Espargaro nunggang Honda CBR1000RR-R, Joan Mir dan Alex Rins dengan Suzuki GSX-R1000 serta Alex Marquez yang kebagian Honda RC213V-S.

Hadir juga pembalap-pembalap tester seperti Dani Pedrosa (KTM), Bradley Smith (Aprilia), Stefan Bradl (Honda), dan paduka Lorenzo (Yamaha) yang mengendarai YZR-M1 versi 2019.

Baca juga : Pro Kontra Radio di MotoGP

Oh  ya, pembalap tester mendapatkan kesempatan memacu motor prototype. Kecuali pembalap resmi dengan status konsesi. Contohnya Aleix Espargaro yang tetap nunggang Aprilia RS-GP meskipun doi adalah pembalap resmi MotoGP. Hasilnya? Kakak Pol Espargaro ini catatkan waktu tercepat tes Portimao. Semoga berguna (mmz).

Tinggalkan Komentar di sini