Kencan Kedua Motomazine Bareng CBR250RR. Si Total Control yang Jepitannya Aduhai…

image

Test ride CBR250RR

Motomazine.com – Salam safety riding bro sis.. Setelah sempat menjajal All New Honda CBR250RR untuk pertama kalinya (di sini), kembali Motomazine mendapatkan kesempatan kedua untuk berkencan dengan motor sport 250cc keluaran terbaru Honda ini di Grand Island Pakuwon City Surabaya.
Adalah PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Jawa Timur yang telah melayangkan undangan kepada MMz guna bergabung bersama beberapa blogger otomotif Jawa Timur lainnya dan menikmati pengalaman test ride All New Honda CBR250RR.
Acara sendiri digelar pada hari Sabtu (17/12) yang lalu. Mengambil tempat di jalanan menuju cluster di Grand Island Pakuwon sepertinya memang pilihan tepat. Sebab jalanan selebar 20 meteran itu masih begitu mulus dan rata. Dengan panjang trek sekitar 200an meter, kesempatan untuk mengeksplor tenaga bawah lebih bisa dilakukan. Ya meskipun tak bisa maksimal. Sebab trek yang dibuat hanya lurus dibagi menjadi dua lintasan, dimana tester hanya diperkenankan bolak-balik saja. Usul MMz sih jika kelak Honda menggelar acara serupa, dengan memanfaatkan lebar trek, mungkin lintasan bisa dibuat berkelok-kelok menggunakan cone, sehingga tester benar-benar bisa merasakan bagaimana handling dan agility si motor ketika harus diajak meliuk-liuk menaklukkan tikungan. Layout bisa dibikin semacam trek safety practice di Learning Center MPM Sedati (imo).
Ok, back to telolet, eh topik.. Meskipun kali kedua MMz mencoba berkenalan dengan karakter si CBR250RR, itu sama sekali tak mengurangi rasa excited saya pribadi. Beneran… Kala jaket sudah dikenakan, helm, gloves dan protector lutut dipasangkan, ketika berjalan, mendekat dan hendak menyentuh tangki (sudah jadi kebiasaan MMz untuk mengelus tangki motor sport sebelum menungganginya), juga stang si seperempat silinder inipun MMz masih dibuat deg-degan. Istilah gampangnya setiap mau ngapel dan harus ketemu dulu sama camer :mrgreen: , ya semacam itulah… Hehe..
Lanjut… Naik ke atas pelananya, dengan TB 178 cm, MMz mampu dengan mudah menapakkan kaki dan menjejak bumi. Nyalakan kontak ke posisi on, tunggu hingga kalibrasi selesai lalu pencet tombol start di panel stang bagian kanan, suara merdu dua silinder yang pernah MMz dengarkan sebelumnya itupun langsung membahana, menyeret bayangan ke pengalaman selanjutnya. Bedanya ialah, saat ini berdiri Pak Wasis, sang instruktur safety riding dari MPM yang siap mendampingi, memberikan penjelasan, sekaligus menghakimi bagi siapa saja yang mencoba pamer skill yang melebihi kewajaran. Benar saja, sebelum MMz mendapatkan giliran test ride, sebelumnya sudah ada seorang tester yang mencoba melakukan burn out dan langsung dihentikan paksa oleh penjaga lintasan, ya Pak Wasis ini. Jadi akhirnya ya… Kalem-kalem sajalah… Daripada disemprit..
Namun ternyata di balik kedisiplinan beliau, masih ada juga sisi baik seorang rider. Bagaimana tidak, dengan tenang beliau menjelaskan tiga mode yang tertanam di ECU sang CBR250RR. Mulai dari mode comfort, sport dan selanjutnya sport +. MMz dipersilahkan mencoba ketiga mode tersebut. Dan bahkan membuka throttle hingga menabrak limiter guna mengetahui perbedaan karakter tiap masing-masing riding mode. Asli, kembali MMz dibuat takjub, sebab perbedaan tenaga yang dikeluarkan di masing-masing mode nya sangat terasa perbedaannya. Mode comfort yang ngebass dan kalem, mode sport yang sedikit teriak, lantas mode sport + yang menantang adrenalin. Asli, di mode tertinggi ini (sebut saja begitu), mesin berteriak begitu entengnya, melengking dan pastinya bakal sangat mudah melesatkan motor menuju limiter.

image

Saat MMz dipandu oleh instruktur safety

Tarik tuas kopling, masuk ke gigi 1. Lembut.. Tanpa ada suara cekrak. Loh kok gak naikin standar samping? Gak usah, sebab dari tester sebelumnya saat berhenti standar samping sudah tak diturunkan lagi. Pak Wasis lah yang memeganginya.. Hehe.. Oh ya, perlu bro sis ketahui. Antrian dari pagi, sejak acara dibuka sudah mengular luar biasa. Estimasi ada lah kalau sekitar 500-an orang. Tanda jika mereka sangat antusias menjajal performa All New CBR250RR ini.
Lanjut.. Masuk gigi satu, buka gas perlahan dan motor pun melaju dengan lembutnya. MMz memang sengaja ingin menikmati feel riding santai dengan motor ini. Mencoba mengubah setelan riding mode lalu merasakan ergonomi berkendaranya secara seksama. Seperti judul di atas, jepitannya memang aduhai. Posisi stang underyoke atau berada di bawah segitiga atas, dipadu dengan footstep gantung yang cukup mundur dan pas, akhirnya membuat posisi badan begitu enak. Ditambah tangki yang menjulang dan siap menahan beban tubuh terasa sangat nyaman ketika paha digunakan untuk menjepit sisi kiri dan kanan tangki. Lagi bro sis, meskipun bentuk tangkinya menjulang dan kekar, namun coakan di sisi kiri dan kanan begitu pas, enak untuk dijepit. Feel nya tak jauh seperti kala menjepit tangki CBR150R. Tidak salah jika akhirnya Honda menyematkan jargon “Total Control” pada Honda CBR250RR ini.
Tiba di ujung lintasan, balik arah, nah… It is the time.. Berhenti sejenak, ubah mode ke sport +, masuk gigi 1, MMz langsung buka gas di rpm 7000an untuk selanjutnya melakukan launch start. Beban tubuh MMz penuhkan di depan mencoba mencegah wheelie. Kenapa? satu alasannya.. Daripada diberhentikan paksa kan…???


Melakukan start mulus MMz terus coba kail tenaganya, sengaja gak menabrak limiter sebab memang ingin mengetahui potensi terbesar sang fairing nopekgo ini. Estimasi rpm 900-10000 MMz sudah lakukan upshifting, tanpa menurunkan gas. Yup, itu memang MMz lakukan jika ingin tahu sesetan apa tarikan sebuah motor. Dan hasilnya, memang luar biasa. Njengat… Hehe..
Masuk sampai ke gigi tiga saja MMz sudah harus dipaksa downshift habis-habisan gegara memasuki akhir trek. Tarik tuas rem dengan 4 jari ditambah turun gigi hingga ke gigi 1 membuat ban CBR250RR pun berdecit-decit, namun tanpa gejala limbung sama sekali.. (Njirrr… It’s so awesome), gumam MMz dalam hati.

image

image

Test ride cbr250rr

Kembali mengitari trek sebanyak 2 putaran nyaris tak ada perbedaan. Perlakuan yang mirip dengan putaran sebelumnya kembali saya lakukan. Dan hasilnya, sama… Tak salah, titel “Total Control” disematkan pada All New Honda CBR250RR ini.

image

Oke, test ride kali ini selesai

Kesimpulannya..  Honda akhirnya berhasil menciptakan sebuah motor 250cc yang berdesain agresif, lincah, bertenaga dan memiliki fitur mengesankan. Satu fokus MMz selain ergonomi, control dan tenaganya, yakni 3 riding mode yang disematkan. Sebab mode berkendara ini sungguh sangat membantu, sekaligus memanjakan rider di saat mereka berada pada situasi dan kondisi tertentu. Baik di kala hujan, macet, atau malah jalanan lengang yang memungkinkan untuk mengeksplor tenaga All New Honda CBR250RR ini lebih dalam lagi. Total Control yang ditawarkan pun sangat berimbang. Hal ini tak lain dan tak bukan adalah, sumbangsih dari mesin yang compact, konon bahkan hanya sedikit lebih besar dibanding CBR250R single silinder, juga perhitungan mass distribution yang membuat beban motor benar-benar berpusat di tengah-tengah.. Hmmm.. Pantas saja… Kapan ya dapat kiriman untuk unit test ride harian? *eh :mrgreen: (MMz)

image

Habis test ride minum yang seger-seger

=============
Punya pertanyaan atau ingin berbagi informasi? Kirim saja ke:
• motomazineblog@gmail.com

Iklan

Tentang motomazine

Pecinta Dunia Otomotif yang sedang belajar sharing di dunia maya.Apapun asalkan berhubungan dengan mesin, roda dua, roda empat pebalap, dan kehidupan manusia akan selalu senang untuk saya perbincangkan
Pos ini dipublikasikan di New Bike dan tag , , , , , . Tandai permalink.

27 Balasan ke Kencan Kedua Motomazine Bareng CBR250RR. Si Total Control yang Jepitannya Aduhai…

  1. John_Hendy berkata:

    Wuih cocok bgt, buktikan keFBHanmu dgn beli satu

    Suka

  2. Budi Santoso berkata:

    jepitannya menggigit

    Disukai oleh 1 orang

  3. Mase berkata:

    Kuampret… Jepitannnn…

    Disukai oleh 1 orang

  4. Jepitanya manteb masalahnta wkwkwk

    Suka

Silahkan berkomentar.. Monggo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s